Ledakan Picu Kebakaran Pabrik Pakan Ternak di Makassar, Satu Meninggal dan 14 Luka-luka
Diduga kebakaran bermula saat pengelasan cerobong yang bocor. Kemudian terjadi percikan api.
Jejakfakta.com, Makassar -- Sebanyak 15 korban dalam kebakaran yang terjadi pada salah satu gedung pabrik PT Pokphand di kawasan Kima, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokhamad Ngajib, mengatakan, satu orang meninggal dunia dan 14 lainnya mengalami luka-luka yang saat ini menjalani perawatan medis di RSUP Tadjuddin Chalid dan RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar.
"Ada korban satu orang meninggal di bawah ke Rumah Sakit Wahidin kemudian 14 orang luka-luka," kata Ngajib kepada Wartawan, Senin (1/3/2024).
Baca Juga : 11 Modus Penipuan Siber Diungkap Polda Sulsel, 22 Tersangka dan Kerugian Rp1,1 Miliar
Ngajib mengungkapkan bahwa kebakaran itu terjadi di gudang pabrik pakan ternak ayam.
"Perusahaan (PT) Pokphand yaitu perusahaan tempat pakan dari ayam. (Kejadiannya) kurang lebih 16.00 Wita terjadi ledakkan," ungkapnya.
Sejauh ini, berdasarkan informasi sementara yang didapat kepolisian, kata Ngajib, kejadian itu diduga bermula saat terjadi pengelasan cerobong yang bocor. Kemudian ada terjadi percikan api.
Baca Juga : Usai Penggusuran Laoli, Pendamping Hukum dan Petani Laporkan Dugaan Kekerasan ke Polda Sulsel
"Jadi ada satu ceropong bocor kemudian dilakukan pengelasan. Inilah penyebab dari pada ledakkan sehingga korban yang meninggal dunia ada luka melepuh," ujarnya.
Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan bakal memeriksa beberapa saksi yang mengetahui kejadian.
Pihaknya juga telah melakukan kerjasama dengan Tim Labfor Polda Sulsel untuk melakukan proses olah tempat kejadian perkara (TKP).
Baca Juga : Wali Kota Munafri Minta SKPD Tak Tutup Mata, Respons Persoalan Sosial Harus Cepat
"Kemudian untuk lebih lanjut tentunya kami akan melakukan proses olah TKP yang besok kita laksanakan dengan Tim Labfor dari Polda Sulsel. Kemudian juga olah TKP dari Tim Investigasi lalu kita akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi," ungkapnya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News