Dinkes Sulsel Sebut Penyebaran HIV tahuin 2024 Tercatat 122 ODHIV
Dinkes Sulsel juga memperbanyak dan menyediakan layanan testing HIV serta penanganan atau pengobatan HIV di 24 kabupaten kota.
Jejakfakta.com, Makassar -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebut faktor terjadinya kasus HIV di Sulsel, paling banyak akibat hubungan seksual sesama jenis pada kelompok laki-laki.
Pada data yang diterima, Sulsel masuk dalam 10 besar secara nasional, tingkat penemuan kasus HIV, dengan jumlah kasus mencapai 80 persen yaitu 19.033 Orang Dengan HIV (ODHIV) dari target estimasi ODHIV 23.759 kasus.
Sementara jumlah kasus HIV pada bulan Januari hingga Maret 2024 tercatat sebanyak 122 ODHIV di Sulsel.
Baca Juga : Sinergi Pemkot Makassar–ATR/BPN–KPK, Munafri Dorong Reformasi Pertanahan Bersih dan Transparan
"Berdasarkan faktor risiko kasus HIV melalui hubungan Seksual, yaitu terbanyak pada kelompok lelaki seks lelaki (LSL), pasangan risiko tinggi, waria, dan pasien TBC," sebut Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ishaq Iskandar kepada Jejakfakta.com, Jumat (19/4/2024).
Sebaran kasus HIV atau ODHIV di kabupaten kota di Sulsel, terbanyak berada di kota Makassar, kota Palopo, kabupaten Gowa, Bone, Jeneponto, kota Pare-Pare, kabupaten Toraja Utara, Bulukumba, Maros, dan Sidrap.
Dalam pencegahan HIV atau ODHIV, Ishaq mengatakan pihaknya telah melakukan upaya pencegahan dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait HIV melalui promosi kesehatan Puskesmas.
Baca Juga : Optimalisasi Aset Tanah, Gowa Bidik Lonjakan PAD dan Kepastian Investasi
Selain itu, Dinkes Sulsel juga memperbanyak dan menyediakan layanan testing HIV serta penanganan atau pengobatan HIV di 24 kabupaten kota.
Kemudian, peningkatan upaya preventif seperti penggunaan kondom untuk kelompok yang beresiko tinggi, penyediaan layanan jarum suntik steril bagi penasus, pengembangan program obat pencegahan penularan infeksi bagi orang orang yang beresiko tinggi tertular HIV.
Serta memperkuat notifikasi pasangan ODHIV atau penelusuran kasus HIV pada pasangan seks ODHIV untuk upaya penemuan kasus sekaligus edukasi bagi yang negatif untuk dipertahankan.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News