Ashabul Kahfi Soroti Kinerja Petugas Kloter, Fokus Urus Jemaah untuk Memudahkan Layanan
Pemerintah Arab Saudi tidak memperbolehkan lagi melaksanakan ibadah haji tidak menggunakan visa haji.
Jejakfakta.com, Makassar -- Ketua Komisi VIII DPR RI, Ashabul Kahfi bersama 3 anggota Komisi VIII lainnya melakukan kenjungan kerja spesifik ke Makassar dalam rangka melepas kemberangkatan kloter 5 jemaah haji asal Kabupaten Gowa, Rabu (15/5/2024).
Prosesi pelepasan 441 jemaah haji dari Kabupaten Gowa bersama 9 petugas kloter yang dilangsungkan di Aula Mina Asrama Haji Sudiang Makassar dihadiri dan disaksikan sejumlah pejabat.
Hadir Kakanwil Kemenag Sulsel Muh. Tonang, Kabag TU Ali Yifid, Kabid PHU Ikbal Ismail, Kabid Penerimaan Jemaah PPIH embarkasi Makassar Wahyuddin Hakim serta Kakan Kemenag Kab.Gowa Aminuddin. Hadir pula pejabat dari Imigrasi, GIA, Gapura Angkasa, Bea Cukai dan Otoritas Bandara.
Baca Juga : Sambut Kepulangan 385 Jemaah Haji, Wabup Gowa Harapkan Jadi Teladan di Tengah Masyarakat
Ashabul Kahfi dalam sambutannya mengimbau agar para petugas kloter fokus untuk mengurus jemaah, baik pada saat di pesawat maupun selama melaksanakan ibadah di tanah suci.
“Tolong nanti di atas pesawat petugas yang berjumlah 9 orang ini dibagi 3 posisi untuk memudahkan layanan kepada jemaah selama penerbangan,” ucapnya.
Sebagai petugas, lanjut Ashabul Kahfi, jangan justru terbalik, petugas yang diurus jemaah.
Baca Juga : Terima Kunjungan KemenHAM, Wabup Gowa Tegaskan Komitmen Penguatan HAM
“Ibadah memang wajib, tapi jangan sampai anda mengutamakan ibadah hajinya daripada melaksanakan tugasnya mengurus jemaah. Mengurus jemaah haji itu pahalanya sama dengan berhaji,” ujarnya.
Kepada Petugas Haji Daerah, Ashabul Kahfi meminta agar menaggalkan jabatannya selama bertugas dan turut mengurus dan membantu jemaah haji hingga kembali ke tanah air.
“Tolong pak, saya garis bawahi anda itu petugas, selama ini rata-rata TPHD dia yang dilayani di atas (tanah suci). Tolong jabatannya disimpan di kampung dan bantu jemaah kita,” pintanya.
Selanjutnya, politisi Partai Amanat Nasional ini membeberkan bahwa jemaah haji Indonesia tahun ini adalah jemaah terbanyak sepanjang sejarah republik ini memberangkatkan jemaah haji ke tanah suci yakni 241 ribu jemaah, bahkan jumlah ini terbanyak di seluruh dunia.
Hal lain yang menjadi atensi Ketua Komisi VIII ini adalah imbauan untuk tidak coba-coba melaksanakan perjalanan ibadah haji dengan menggunakan visa selain visa haji.
“Pemerintah Arab Saudi mulai tahun ini tidak memperbolehkan lagi orang ke Arab Saudi mau melaksanakan ibadah haji tapi tidak menggunakan visa haji,” pungkasnya.
Baca Juga : Gowa Raih Penghargaan Kemendagri, Turunkan Stunting hingga 17 Persen dan Kantongi Insentif Rp1 Miliar
Sebelumnya Kakanwil Muh. Tonang selaku ketua PPIH embarkasi UPG Makassar dalam laporannya meyampaikan tentang layanan one stop service yang diterapakan di Asrama Haji Sudiang Makassar, sebagaimana termaktub dalam Keputusan Dirjen PHU Kemenag RI Nomor 185 tahun 2023 tentang petunjuk pelaksanaan layanan satu atap
"Tahun ini kita lakukan inovasi layanan, yaitu one stop service, yakni semua layanan kita selesaikan di satu aula, dimulai penyerahan lembar akomodasi, gelang identitas, penyerahan living cost, penyerahan paspor, dan pemeriksaan kesehatan,” tuturnya.
Dengan sistem one stop service ini, kata Tonang bisa memangkas waktu dari 5 jam menjadi kurang dari 2 jam menyelesaikan administrasi jemaah tanpa meninggalkan aula penerimaan.
Baca Juga : Mahasiswi Unhas Ditemukan Meninggal di Area Kampus, Polisi Lakukan Penyelidikan
Inovasi lainnya sebut Tonang adalah tersedianya meeting point, dimana jemaah haji boleh bertemu keluarganya dalam pengawasan petugas dengan pembatasan waktu. “Termasuk penyedaan handuk di setiap kamar mandi wisma yang bisa dibawa oleh jemaah ke tanah suci,” pungkasnya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News