Mentan Amran Sulaiman 'Warning' Distributor Pupuk Subsidi Naikan Harga ke Petani Izinnya Dicabut

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat berkunjung di Kantor Gubernur Sulsel dalam rangka penyerahan bantuan bencana dan Alsinta, Senin (27/5/2024). @Jejakfakta/Atri

Kementan telah menyalurkan bantuan anggaran tambahan sebanyak 100 persen pupuk ke petani selama dua bulan.

Jejakfakta.com, Makassar -- Kementerian Pertanian RI akan mencabut izin distributor pupuk subsidi yang menaikan harga pupuk ke petani.

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat berkunjung di Kantor Gubernur Sulsel dalam rangka penyerahan bantuan bencana dan Alsinta, Senin (27/5/2024).

"Kalau ada distributor menaikkan harga pupuk, mempermain, aku minta dicabut izinnya dan tidak boleh kembali," kata Amran.

Baca Juga : Mentan Amran Turun Langsung ke Bone, Salurkan Bantuan Rp9 Miliar untuk Korban Banjir

Amran menuturkan bahwa pencabutan izin bagi distributor yang menaikan harga pupuk, berlaku secara nasional. Sehingga tidak ada toleransi bagi distributor yang menaikan harga pupuk.

“Berlaku nasional siapapun yang kami dapat pasti saya cabut,” tegas Amran.

Lebih lanjut, Amran mengaku bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan anggaran tambahan sebanyak 100 persen pupuk ke petani. Dan telah berjalan selama dua bulan.

Baca Juga : Revitalisasi Sektor Perikanan, Pemkab Lutim Salurkan Pupuk Subsidi untuk 1.163 Petambak

“Ini baru jalan dua bulan, mungkin ada petani yang masih sampai di kepala Desa, tetapi anggaran pupuk sudah sampai semua,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu petani asal Jeneponto, Rais yang menghadiri kegiatan tersebut menyampaikan keluhnya kepada Amran terkait harga pupuk yang mahal.

"Persoalan harga HET itu tidak sesuai. Banyak harga Rp130 - Rp150 ribu di desa-desa," kata Rais di hadapan Amran.

Baca Juga : Pemkab Luwu Timur Hadiri Puncak Hari Jadi Bone ke-696

Kemudian, usai mendengar kenaikan harga pupuk tersebut, Amran meminta Rais agar menuliskan sejumlah nama distributor pupuk yang menjual harga pupuk di atas HET atau lebih mahal dari harga HET.

"Tolong ini yang dicabut izinnya. Tapi ambil nomor handphone-nya dulu supaya klarifikasi. Kalau benar, langsung kita cabut. Nggak usah tanya lagi Pak Direktur," kata Amran. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Atri Suryatri Abbas
Berita Terbaru