Kemenag, Polda dan Kodam XIV Sinergi Bina dan Sejahterakan Ex Napiter di Sulsel

Sekitar 40 ex Napiter yang menjadi warga binaan Polda di Sulawesi Selatan diberikan bantuan modal usaha dan pendidikan. (Foto: istimewa)

Bantuan modal ini diharapkan bisa memotivasi eks napiter agar lebih baik kedepannya. Mereka diharap bisa berubah dan menjalankan usaha dengan mandiri.

Jejakfakta.com, Makassar - Sekitar 40 ex Napiter yang menjadi warga binaan Polda di Sulawesi Selatan diberikan bantuan modal usaha dan pendidikan pada kegiatan Bakti Sosial Kapolda Sulsel dan Pangdam XIV Hasanuddin bersama Keluarga Binaan dalam rangka Pengembangan Kewirausahaan di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Senin (31/10/2022.

Kapolda Sulsel Irjen Pol. Nana Sudjana, mengatakan mereka mendapat bantuan modal untuk pengembangan usaha dan bidang pendidikan untuk anak napiter.

“Kita beri pengembangan kewirausahaan. Jadi mereka bisa beradaptasi dengan masyarakat yang ada dan berinovasi. Selain itu ada pemberian bantuan tali asih dan bantuan pendidikan untuk anak sekolah dari tujuh orang mantan napiter dan 29 orang keluarga napiter,” ujar Kapolda Sulsel, Nana Sudjana saat memberikan sambutan.

Baca Juga : Gowa Siap All Out! 16 Titik Lahan Disiapkan untuk Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Desa

Nana mengungkapkan bantuan modal ini diharapkan bisa memotivasi eks napiter agar lebih baik kedepannya. Mereka diharap bisa berubah dan menjalankan usaha dengan mandiri.

Kapolda Sulsel juga berharap para mantan napiter ini lebih cinta kepada NKRI. Mereka bisa insyaf dan mengajak napiter lainnya untuk berubah.

“Intinya kita harapkan segera mampu berkomunikasi dan bersosialisasi dengan masyarakat. Apabila ada kesulitan akan kita bantu beradaptasi. Kita juga berharap mereka menjauhi paham-paham radikalisme dan bisa menyesatkan,” tegasnya.

Baca Juga : Jelang Idul Fitri, Wabup Gowa Pastikan Arus Mudik Aman dan Lancar

Sebelumnya, Panglima Kodam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Totok Imam S., membagikan pengalamannya bahwa dari puluhan negara yang saya datangi, puluhan daerah tempat saya ditugaskan, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa negara kita ini adalah negara yang hebat, indah dan tentram, dan hal ini harus dijaga dan dipertahankan.

Menurut Totok, agama manapun didunia ini mengajarkan dan menunjukkan umatnya untuk menjadi umat yang bermanfaat bagi sesamanya.

"Indonesia ini adalah negara yang heterogen, penuh dengan keragaman dan perbedaan, akan tetapi founding father kita mampu menjadikan perbedaan itu sebagai rahmat dan kekuatan atau potensi positif dalam membangun sikap toleransi dan saling menghormati demi kemajuan bangsa dan negara," ungkapnya.

Baca Juga : Tanpa Mengenal Lelah, Prajurit Hasanuddin Terjang Medan Terjal Evakuasi Korban Pesawat Jatuh di Bulusaraung

Di Momen yang sama, Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel H. Khaeroni berharap agar kolaborasi dan Sinergi antara TNI Polri dengan Kemenag, MUI dan seluruh komponen masyarakat lainnya, bisa melahirkan proses penyadaran dan pemasyarakatan bagi warga binaan ex Napiter bisa menciptakan kondisi lebih kondusif lagi di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kepada warga binaan, Khaeroni juga berharap agar bisa membantu pemerintah melakukan proses deradikalisasi kepada saudara saudara kita yang masih terpapar paham radikalisme dan intoleransi agar bisa kembali sadar dan kembali ke pangkuan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“NKRI harga mati harus benar benar menjadi komitmen bersama dengan penuh istiqamah, bukan sekedar simbol dan tagline belaka,' tegas Khaeroni.

Baca Juga : Tim SAR Gabungan Temukan Korban Kedua Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

“Jangan lagi terpengaruh dengan pemahaman dan paham yang melenceng dari substansi ajaran agama dan negara kita Indonesia, didiklah anak cucu kita dengan baik untuk nantinya menjadi generasi pelanjut masa depan bangsa,” tambahnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru