Mantan Kadis PU Bone Sultan Pawi Tutup Usia, IAS Kenang Kebiasaan Ngopi Usai Salat Subuh
Sultan Pawi selalu datang dengan menu khusus yakni songkolo dan gogos.
Jejakfakta.com, Makassar -- Masyarakat Kabupaten Bone kini berduka. Eks Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bone, Andi Sultan Pawi, meninggal dunia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, Sultan Pawi menghembuskan nafas terakhirnya di RSUP Dr. Sitanala Tangerang, Banten, Senin (24/6/2024) sekitar pukul 14.04 WIB.
Sultan Pawi dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak, setelah tiba di Indonesia usai menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. Rencananya, jenazah Sultan Pawi diterbangkan ke Makassar pada malam ini.
Baca Juga : Aliyah Mustika dan IAS Satukan Semangat Kebersamaan di Jalan Sehat FKPPI–KBPP Polri Sulsel
Selanjutnya, jenazahnya akan disemayamkan di rumah duka di Kabupaten Bone untuk selanjutnya dikuburkan.
Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menyampaikan duka mendalam atas kepergian Sultan Pawi untuk selama-lamanya.
Banyak momen bersama yang menjadi kenangan indah antara mantan Wali Kota Makassar itu bersama almarhum semasa hidupnya.
Baca Juga : Munafri Sowan ke Mantan Wali Kota di Momentum Idulfitri, Dari Danny hingga IAS & Andi Herry
Ia mengaku dekat dengan Sultan Pawi, karena dulunya sama-sama menjabat Ketua AMPI. Kala itu, IAS merupakan Ketua AMPI Sulsel dan Sultan Pawi menjabat Ketua AMPI di Bone. Praktis, keduanya kerap berinteraksi dan hubungan itu terus berlanjut.
"Saya akrab dengan almarhum karena sama-sama Ketua AMPI. Saya di Sulsel, beliau di Bone. Kedekatan itu terjaga meski sudah tidak lagi menjabat, bahkan sampai belakangan ini," ungkap IAS.
Pria yang dikenal dengan tagline GubernurKu itu menyebut ketika dirinya sedang berada di Bone, selalu bertemu. Biasanya pertemuan itu dilakukan seusai Salat Subuh, di salah satu warkop tidak jauh dari Rujab Bupati Bone.
Baca Juga : Buka Puasa Bersama di Rujab Wawali, Aliyah Mustika Ilham: Ramadan Momentum Pererat Silaturahmi Keluarga
Yang menarik, kenang IAS, Sultan Pawi selalu datang dengan menu khusus yakni songkolo dan gogos.
"Kami sering ngopi di salah satu warkop di Bone setelah Salat Subuh. Kebiasaan beliau kalau janjian ngopi, pasti bawa songkolo dan gogos," katanya.
Lebih jauh, IAS menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar Sultan Pawi karena tidak bisa hadir di rumah duka dan mengantarkan sang sahabat ke tempat peristirahatan terakhir. Saat ini, IAS masih berada di Jakarta.
"Dari jauh, saya mendoakan almarhum diampuni dosanya dan diterima segala amal ibadahnya, serta dilapangkan kuburnya. Saya bersaksi beliau adalah orang yang baik," tutup IAS. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News