Danny Nyatakan PAD Makassar Naik dari Tahun ke Tahun: Ini Sejarah PAD Capai Rp1,5 Triliun Lebih
Danny Pomanto, dalam Rapat Paripurna Ketujuh Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2023/2024, mengatakan, realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Makassar - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan "Danny" Pomanto menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Makassar terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2023.
Danny Pomanto, dalam Rapat Paripurna Ketujuh Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2023/2024, mengatakan, realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Penyampaian Danny Pomanto tersebut menanggapi pandangan Fraksi NasDem, Fraksi PPP, PDI-P, Gerindra, PAN, dan PKS terkait realisasi penerimaan pendapatan daerah yang mereka nilai masih perlu mendapat perhatian.
Baca Juga : Rakor PAD 2026, Wali Kota Makassar Targetkan Pendapatan Tembus Rp2,7 Triliun
Danny Pomanto menegaskan, realisasi penerimaan PAD 2023 mengalami peningkatan sebesar 12% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. PAD tahun 2022 senilai Rp1,3 triliun, PAD 2023 sebanyak Rp1,5 triliun.
“Berdasarkan data tersebut penerimaan realisasi year to year PAD cenderung mengalami kenaikan dan ini merupakan sejarah PAD mencapai Rp1,5 triliun lebih,” kata Danny Pomanto di Ruang Rapat Paripurna DPRD Makassar, Sabtu (22/6/2024) malam.
Sebagian fraksi DPRD Makassar juga mempertanyakan target PAD Makassar Rp2 triliun yang dewan anggap belum tercapai hingga detij ini.
Baca Juga : Kejar PAD Rp2,4 Triliun, Bapenda Makassar Siapkan Strategi Agresif hingga 2026
“Target PAD Rp2 triliun itu akan tercapai di 2025. Itu sebagaimana yang tercantum di dalam Perda 5/2021 tentang RPJMD 2021-2026, dan Bapenda sebagai leading sektor pajak daerah telah diatur dalam Rancangan Strategi Tahun 2021-2026,” kata Danny Pomanto.
Wali Kota juga mengatakan, Pemkot Makassar telah menyusun strategi untuk menaikkam PAD, di antaranya, melakukan intensifikasi dan eksentifikasi pajak daerah, meningkatan pengawasan dengan melibatkan APH, meningkatkan layanan kepada masyarakat dengan memberi edukasi maupun sosialisasi, mengoptimalkan penggunaan cashless atau non-tunai, serta menambah potensi pelayanan retribusi daerah.
“Pemkot Makassar sudah mulai menerapkan sistem pembayaran sampah menggunakan QRIS maupun aplikasi 'Pakinta' untuk meminimalisir kebocoran retribusi daerah,” kata Danny.
Baca Juga : PAD Makassar 2025 Tembus Rp1,9 Triliun, Nyaris Capai Rp2 Triliun
Danny Pomanto kemudian menyampaikan terima kasih kepada semua anggota dewan atas apresiasi yang diberikan terkait capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) TA 2023.
“Ini bukti keseriusan dan komitmen bersama antara pihak eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas bagi penyempurnaan pengelolaan keuangan dan barang milik daerah untuk menjadi lebih baik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” kata Danny Pomanto.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News