Potensi Limbah Elektronik Kota Makassar 5.651,2 Ton Per Tahun, Pemkot Siapkan 10 Lokasi Pembuangan hingga ke Gowa

Limbah elektronik. (ist)

Tiga kecamatan di Kota Makassar yang memiliki limbah elektronik terbesar yaitu Kecamatan Makassar, Mamajang, dan Mariso.

Makassar - Save the Children merilis hasil riset Circular Geniuses pada tahun 2023 bahwa total potensi limbah elektronik di Kota Makassar mencapai 5.651,2 ton per tahun.

Tiga kecamatan di Kota Makassar yang memiliki limbah elektronik terbesar yaitu Kecamatan Makassar, Mamajang, dan Mariso.

Persentase jenis limbah pun beragam terbanyak meliputi televisi sebesar 100%, ponsel 99,7%, kipas 93,2%, penanak nasi 88,7%, setrika 93,2%, kulkas 89,2%.

Baca Juga : Makassar Bersiap Tinggalkan Pola Buang Sampah Lama, TPA Tamangapa Mulai Fokus Terima Residu

Selanjutnya, komputer jinjing atau laptop 76,4% dan AC 49,5%. Masyarakat di Makassar mengelola limbah elektronik dengan cara 40% disimpan, 33% dijual, 20% diperbaiki, 4% dibuang, dan hanya 3% yang didaur ulang.

Pemerintah Kota Makassar saat ini menyediakan 10 lokasi penerima sampah elektronik, sebagai berikut:

1. Kampus Unhas Gowa

Baca Juga : Satpol PP Tertibkan Bangunan Ilegal di Eks Stadion Mattoanging, Jaga Aset Pemkot Makassar

2. Kantor PKK

3. Mall Nipah

4. Mama Cafe Serui

Baca Juga : Pemkot Makassar Pertahankan WTP, Pendapatan Daerah 2025 Capai Rp4,77 Triliun

5. Kantor Camat Rappocini

6. Rumah ta ARt Spaces

7. Wisma Kalla

Baca Juga : Pendataan Baru 41,8 Persen, Aliyah Mustika Ilham Siapkan Dukungan Pemkot untuk BPS

8. SD Sudirman 4

9. Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar

10. Perumahan Gerhana Alauddin.

Baca Juga : TPA Tamangapa Berubah Drastis, Pembenahan Tembus 70 Persen Jelang Berakhirnya Open Dumping

Plt Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar, Ismawaty Nur, mengatakan, Pemkot Makassar saat ini bekerja sama dan mendukung Circular Geniuses sebagai upaya penanganan buang sampah elektronik.

“Sekarang sudah ada Circular Geniuses sebuah upaya untuk membuang sampah elektronik,” kata Ismawaty dalam akun media sosial Diskominfo Makassar, diposting Kamis (27/6/2024).

Circular Geniuses memiliki program keterampilan hijau yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup anak-anak dan membahas limbah elektronik dan ekonomi berkelanjutan.

Program tersebut dirancang untuk mengubah sektor e-waste atau limbah dengan pertumbuhan tercepat di negara-negara seperti Indonesia menjadi lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.(Nursinta/HN).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru