Langkah Prof Zudan Bangkitkan Kakao Sulsel: Salurkan Bibit Gratis 3,8 Juta Pohon dan Pupuk Organik

Pj Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh.

Permasalahan kakao itu cukup banyak, mulai dari bibit yang sudah tua, serangan hama penyakit, lembaga yang masih lemah dan kurangnya dukungan perbankan,” kata Syarifuddin Sideng.

Jejakfakta, Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan bibit gratis sejumlah komoditas unggulan Sulsel seperti kakao, kopi, pala, dan kelapa untuk petani. Ini upaya Pj Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh atau Prof Sudan untuk meningkatkan produktivitas pertanian Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPH-Bun) Sulsel, Imran Jausi, mengatakan, khusus untuk bibit kakao, Pemprov Sulsel menyiapkan 3,8 juta pohon. 

"Luwu Utara sebanyak 343.592 pohon, Bulukumba 100.000 pohon, Sidrap 100.000 pohon, lainnya akan disalurkan di tahun 2024 ini," kata Imran Jausi kepada wartawan, Senin (2/9/2024).

Baca Juga : Wabup Lutim Dorong Sistem Merit ASN, Manajemen Talenta Jadi Kunci Birokrasi Profesional

Bibit kakao akan diberikan kepada para petani Kabupaten Bulukumba, Sidrap, Pinrang, Soppeng, Enrekang dan Luwu Utara.

Pemprov Sulsel juga menyalurkan bantuan pupuk kakao untuk dua kabupaten: Soppeng dan Bone.

Bangkitkan Kakao Sulsel

Baca Juga : Makassar Dipercaya Jadi Tuan Rumah MTQ Korpri ke-VIII 2026, Munafri: Kami Siap Beri Pelayanan Terbaik

Sebelumnya, Pemprov Sulsel mengklaim produksi komoditi kakao di Sulawesi Selatan masih rendah karena banyak faktor dan menjadi perhatian Dinas TPH-Bun.

“Permasalahan kakao itu cukup banyak, mulai dari bibit yang sudah tua, serangan hama penyakit, lembaga yang masih lemah dan kurangnya dukungan perbankan,” kata Pelaksana harian Kepala TPH-Bun Sulsel, Syarifuddin Sideng, dikutip dari RRI, Rabu (24/7/2024).

Syarifuddin menyebut kondisi produksi kakao di Sulsel sekarang ini baru bisa menghasilkan 700 Kg per hektarnya. Hasil normalnya bisa mencapai 2 ton per hektar.

Baca Juga : 31 Ribu Warga Tumpah Ruah di Losari, Semarak Jalan Santai Warnai HUT Kota Makassar

“[hasil 2 ton per hektar] ini jika semua dalam kondisi bagus termasuk pemupukannya,” kata Syarifuddin.

Pemprov berencana membenahi tanah kebun kakao dengan pupuk organik hayati. Pemprov menyiapkan APBD untuk memberikan pupuk kepada petani kakao yang diperuntukkan untuk memperbaiki kondisi tanah yang selama ini menggunakan pupuk kimia.

“Kami ingin memperbaiki kondisi tanah yang sudah tidak bagus akibat penggunaan pupuk kimia, makanya ini dianggarkan untuk pemberian pupuk organik,” kata Syarifuddin.(RRI/TPH-Bun Sulsel/Fajar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru