Jabatan Sisa 38 Hari, Presiden Jokowi Tegaskan 2 Hal dalam SKP Terakhir, Kiai Ma'ruf Amin Gembira
Sidang Kabinet Paripurna di IKN
“Saya ingin menegaskan beberapa hal. Yang pertama, segera tuntaskan di bulan terakhir ini program kerja utama yang sudah dimulai, baik yang berkaitan dengan serapan, yang berkaitan dengan administrasi, pertanggungjawaban, serta kendala-kendala yang belum terselesaikan,” kata Jokowi.
Jejakfakta, Kaltim - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) terakhir dari Kabinet Indonesia Maju (KIM), di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Panajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (13/9/2024).
Presiden dan Wapres, dalam sidang tersebut, menyampaikan apresiasi sekaligus instruksi terakhir menjelang berakhirnya masa pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang sisa 38 hari lagi, jatuh pada Ahad 20 Oktober 2024.
“Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk kerja keras, dedikasi dari Bapak-Ibu semuanya dalam menjalankan pemerintahan, dalam melaksanakan program dan visi presiden dan wakil presiden, dalam menghadapi berbagai tantangan-tantangan yang ada,” kata Presiden Jokowi.
Jokowi juga mengingatkan, pemerintahan baru yang akan dipimpin oleh presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, memerlukan dukungan penuh dari kabinet yang ada saat ini untuk memastikan kelancaran transisi.
“Saya ingin menegaskan beberapa hal. Yang pertama, segera tuntaskan di bulan terakhir ini program kerja utama yang sudah dimulai, baik yang berkaitan dengan serapan, yang berkaitan dengan administrasi, pertanggungjawaban, serta kendala-kendala yang belum terselesaikan,” kata Jokowi.
Yang kedua, kata Jokowi, semuanya harus mendukung penuh program presiden terpilih, pastikan transisi pemerintahan berjalan efektif.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Hadiri Santap Malam Hangat Bersama Petinggi Artha Graha di IKN
"Jika diperlukan regulasi baru, jika diperlukan perumusan-perumusan kebijakan yang harus segera dibuatkan, segera dibuat dan segera diselesaikan,” tegas Jokowi.
Presiden lalu mengimbau agar stabilitas ekonomi dan sosial tetap dijaga dalam masa transisi ini.
“Kita butuh stabilitas untuk tetap tumbuh, kita butuh stabilitas untuk melakukan pembangunan, sehingga pastikan jangan sampai ada riak-riak gejolak sampai pemerintahan berikutnya terbentuk."
Baca Juga : IAS: Demokrasi Butuh Akal Sehat, Bukan Isu Ijazah yang Menyesatkan
Mengakhiri arahannya, Presiden Jokowi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota kabinet atas segala kekurangan selama sepuluh tahun kepemimpinannya.
“Jika dalam sepuluh tahun ini ada hal-hal yang dirasa kurang berkenan dalam berinteraksi, dan ada hal yang kurang maksimal, sekali lagi saya ingin mohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata Presiden Jokowi.
Kiai Ma'ruf Gembira
Baca Juga : SBY Menghadap ke Presiden Jokowi, Bahas Apa?
Usai memimpin SKP tersebut, Wapres Ma'ruf Amin mengaku gembira dengan berbagai sebab.
“Saya kira sangat gembira lah, karena kerja sama kita bagus, hasil-hasil juga, yang dicapai juga maksimal, dan kepercayaan masyarakat juga tetap tinggi, kepuasan masyarakat,” kata Kiai Ma'ruf, mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.
Wapres pun meminta kepada jajarannya untuk membuat laporan terkait capaian-capaian program pemerintah serta hal-hal yang perlu diselesaikan ke depan. Menurutnya, hal tersebut sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program-program pemerintahan saat ini.
Baca Juga : Ekspor Nikel Indonesia Naik Jadi Rp250 Triliun, Presiden Jokowi: Hilirisasi Menjadi Kunci
“Saya kira pesan saya [untuk para menteri], ya buat laporan yang bagus, keberhasilan-keberhasilan kita, hal-hal yang masih tertunda. Dan kemudian juga kita berikan saran-saran kepada pemerintahan yang baru, supaya nanti ada berkelanjutan kan. Itu saja,” ujar Wapres.
Kiai Ma'ruf pun menegaskan pentingnya kolaborasi dan kesinambungan antara pemerintahan saat ini dengan pemerintahan baru, demi menjaga stabilitas dan kelancaran pelaksanaan program-program pembangunan.
“Kita gembira dan beliau juga mengatakan karena dia juga bagian dari pemerintahan yang sekarang, dan beliau juga akan melanjutkan. Jadi ini betul-betul akan terjadi proses keberlanjutan,” kata Wapres Ma’ruf Amin. (BPMI Setpres).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News