Pengamat Optimis Stunting di Makassar Turun Di Tangan MULIA, Ini Faktornya
Aliyah Mustika Ilham sosok dianggap yang punya kapabilitas sekaligus pengalaman lebih untuk memimpin gerakan penurunan angka stunting ini di Makassar.
Jejakfakta.com, MAKASSAR -- Masalah stunting atau gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi salah satu bahan pembahasan dalam debat terbuka kedua Pilwalkot Makassar di Hotel Four Points by Sheraton, Jalan Andi Djemma, Makassar, Rabu (13/11/2024).
Dalam sesi tanya jawab, pasangan calon nomor urut 1, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham (MULIA) menanyakan persoalan stunting ini kepada paslon nomor urut 3 Indira Jusuf Ismail dan Ilham Ari Fauzi Amir Uskara (INIMI).
Aliyah Mustika secara khusus bertanya kepada Indira dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar. Seperti diketahui, Indira merupakan istri wali kota Makassar, Danny Pomanto.
Baca Juga : Pemkot–Kemensos Perkuat Sinergi, Makassar Siap Jadi Pilot Project Panti Sosial Bermutu
Pada kesempatan itu, Aliyah menyinggung percepatan penurunan stunting di Makassar di mana ia secara khusus menyoroti adanya kenaikan dari tahun 2022 ke 2023 sebesar 7,2 persen. Aliyah menanyakan kendala apa yang dihadapi Indira sehingga percepatan penurunan stunting tidak berhasil di Kota Makassar.
"Padahal di tahun 2023, saya yang waktu itu di DPR, saya memberikan bantuan sebanyak 1.000 alat antropometri yang saya sebarkan ke posyandu se Kota Makassar," kata Aliyah yang merupakan mantan anggota Komisi IX DPR RI.
Menanggapi tanya jawab Aliyah dan Indira, akademisi UNM, Prof Arifuddin Usman mengatakan, penanganan stunting ini memang tidak mudah. Ia menyebut sejumlah kendala, termasuk program pencegahan yang belum efektif, literasi gizi yang kurang, hingga koordinasi penyelenggaraan intervensi gizi yang belum optimal.
Baca Juga : Makassar di Era Munafri–Aliyah: Kinerja Diakui Nasional, Kepuasan Publik 80 Persen
Makanya kata dia, dibutuhkan sosok yang memang punya kapabilitas sekaligus pengalaman lebih untuk memimpin gerakan penurunan angka stunting ini di Makassar. Dan, di antara semua kandidat di Makassar, ia menganggap Aliyah adalah sosok yang paling memenuhi syarat untuk tugas itu.
Menurut Arifuddin Usman, siapa pun tidak bisa menutup mata pada pengalaman dan kemampuan Aliyah. Apalagi, komisi IX DPR RI jelas Arifuddin memang fokus menangani persoalan stunting di penghujung masa jabatan di periode DPR RI 2019-2024.
"Merujuk pengalaman Aliyah, penanganan stunting ke depan akan lebih sempurna di Makassar. Kita bisa lihat bagaimana sebagai anggota DPR RI, ia sangat perhatian pada persoalan ini. Jadi, ada unsur kematangan dan keahlian Aliyah untuk menangani masalah stunting di kota ini. DIa paham bagaimana melakukan intervensi dan lain sebagainya," kata Arifuddin Usman. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News