Polisi Periksa 25 Saksi 5 CCTV hingga Tali Lomba Tarik Tambang Maut IKA Unhas Sulsel
"Total sampai hari ini 25 orang yang diperiksa itu semua bagian dari proses penyelidikan termasuk memeriksa lima titik CCTV," kata Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando KS yang ditemui jejakfakta.com di Mapolrestabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Rabu (21/12/22).
Makassar, jejakfakta.com – Jajaran Polrestabes Makassar masih menyelidiki kasus tewasnya Masyita (43) peserta lomba tarik tambang IKA Unhas Sulsel. Polisi telah memeriksa puluhan orang saksi hingga tali lomba.
"Total sampai hari ini 25 orang yang diperiksa itu semua bagian dari proses penyelidikan termasuk memeriksa lima titik CCTV," kata Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando KS yang ditemui jejakfakta.com di Mapolrestabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Rabu (21/12/22).
Masyita dengan kepesertaan 2687 meninggal dunia setelah terkerek tali lomba tarik tambang IKA Unhas, Jl Jend Sudirman-Ratulangi, Makassar, Ahad (18/12/22) pagi Wita.
Baca Juga : Detik-detik Penculikan Anak SD di Makassar, Akhirnya Ditemukan Meninggal, Tangan dan Kaki Terikat Tali Rafia
"Terkait tali tambang diperiksa oleh ahli, layak atau tidak,” ujar Lando.
Baca Juga : Catat! Beda Fakta Beda Kata Soal Korban Maut Tarik Tambang IKA Unhas Sulsel
Dia menegaskan, pihaknya akan meningkatkan proses ke penyidikan jika menemukan bukti yang cukup.
"Minimal dua alat bukti, kan, kalau cukup dua alat bukti maka ditingkatkan," katanya.
Sebelumnya, Kapolrestabes Makassar Kombes Budhi Haryanto menyampaikan, pihaknya masih menyelidiki untuk mencari apakah ada atau tidak tindak pidana dalam tarik tambang IKA Unhas.
Baca Juga : Dahsyatnya Terjangan Tali Tarik Tambang IKA Unhas Sulsel
"Masih kita lakukan lidik, apakah peristiwa tersebut ada perbuatan pidana atau tidak," kata Budhi seperti diberitakan jejakfakta, Ahad (18/12/22).
Jika, kata Budhi, memenuhi unsur adanya tindak pidana, kasus lomba tarik tambang IKA Unhas ini bisa dikenakan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian dan pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan luka-luka.
Kata Beda
Baca Juga : Terekam: Beginilah Masyita Tewas Terseret Tali Lomba Tarik Tambang IKA Unhas Sulsel
Kamera pengawas (CCTV) merekam fakta detik-detik Masyita terseret tali lomba tarik tambang IKA Unhas Sulsel, Makassar, Ahad (18/12) pagi Wita. Korban tidak selfi-selfi (swafoto) seperti kata panitia.
Dalam rekaman CCTV yang dihimpun jejakfakta, kejadian Ahad pukul 07.52 Wita, di Jl Dr Sam Ratulangi, sebelah selatan Jl Jend Sudirman.
CCTV menunjukkan detik-detik Masyita terpelanting akibat kaki korban terseret kencang tali lomba tarik tambang IKA Unhas.
Baca Juga : Terekam Detik-detik Maut Lomba Tarik Tambang IKA Unhas Sulsel
Sebelum beredarnya video CCTV, panitia menyampaikan pernyataan pers bahwa Masyita melakukan selfie (swafoto) saat kejadian.
Wartawan bertanya, siapa yang bertanggung jawab atas kejadian maut lomba tarik tambang IKA Unhas?
Ketua Ikatan Alumni (IKA) Unhas Sulsel, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto, mengatakan, kejadian tersebut murni kecelakaan.
"Ini kan kecelakaan, sudah diantisipasi. Saya kira ini nama kecelakaan, kecuali ada kelalaian. Saya sudah sampaikan bahwa (peserta) di bagian sebelah kanan tali," kata Danny Pomanto kepada wartawan, Ahad (18/12) seusai lomba.
Seorang panitia yang mendampingi Danny Pomanto wawancara tersebut, mengatakan, saat lomba semua peserta diimbau harus di bagian sebelah kanan.
"Saya pegangan toa (pengeras suara) menyampaikan bahwa bapak/ibu harus di sebelah kanan tali, kemudian pak wali menyusul. Setelah itu, dia main selfi-selfi ibu-ibu ini, pegang-pegang tali main selfi, seakan-akan main dia baku tarik tambang begitu. Tiba-tiba dia tarik itu tambang,” kata panitia bersangkutan disambut anggukan Danny Pomanto, Wali Kota Makassar.
Panitia juga menyatakan, tali lomba tarik tambang tidak putus saat perlombaan berlangsung.
"Jadi tidak ada unsur kesengajaan. Tidak ada tali putus, pak. Tidak ada terlilit di leher," katanya.
Ketua panitia lomba, Rahmansyah, menyampaikan keterangn berbeda anggota panitia yang mendampingi Danny Pomanto.
"Tali tarik tambang putus tiba-tiba tidak disangka korban sampai terlilit sehingga kepalanya terbentur di batu pembatas jalan," kata Rahmansyah kepada wartawan seusai lomba.
Selain korban meninggal, sejumlah peserta tarik tambang IKA Unhas Sulsel dilaporkan mengalami luka-luka.
Lomba tarik tambang tersebut merupakan rangkaian pelantikan pengurus IKA Unhas Sulsel yang diketuai Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto, Senin 19 Desember 2022 di Hotel Four Point by Sheraton, Makassar.
Lomba menargetkan Rekor MuRI sebagai permainan tradisional yang diklaim melibatkan 5.000 peserta. Panitia pun mengklaim, panjang tali lomba 1.540 meter.
Peserta lomba ini terbagi dua kubu: kubu selatan berpakaian putih-putih dan kubu utara berwarna merah darah. Panitia mengklaim, 2500 peserta di tiap kubu. Total 5000 peserta.
Masyita dengan nomor kepesertaan 2687, tergabung dalam kubu putih-putih area Selatan, yang menarik tali dari Jl Dr Sam Ratulangi, sebelah selatan Jl Sudirman.
Kubu merah di sepanjang Sudirman dan sebagai pemenang lomba ini.
Informasi yang dihimpun, kubu putih-putih adalah peserta gabungan dari ketua RT dan ketua RW se-Makassar. Sedangkan kubu merah diklaim sebagai anggota IKA Unhas.
Tulang Punggung Keluarga
Masyita tercatat sebagai Ketua RT 1/RW 07 Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.
Wawan (suami almarhumah) dan dua buah hati kini tanpa Masyita.
Jenazah Masyita dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Panaikang, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin (19/12/2022) siang.
Keluarga menyebut almarhum Masyita sosok perempuan tangguh, pekerja keras untuk keluarga dan masyarakat.
"Sosok almarhumah itu pekerja, apalagi dia boleh dibilang tulang punggung di keluarganya," kata kakak Masyita, Ridwan, kepada tribun-timur.com.
"Dia kerja semrawutan, dia juga yang merawat ibu," Ridwan mengenang sang adik.
Masyita anak keenam dari 12 bersaudara.
Ridwan mengatakan bahwa pihak keluarga kini telah ikhlas atas kematian Masyita.
"Kalau masalah kejadian ini kita tidak bisa salahkan siapapun, karena ini musibah. Kalau masalah kejadian, saya belum paham betul,"katanya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News