Rujab Gubernur Sulsel Terendam Banjir, Prof Zudan Ajak Main Bola
Instruksi kepada Kadis PU dan Kadis SDA untuk segera mencari solusi agar banjir tidak terulang kembali.
Jejakfakta.com, MAKASSAR -- Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar sejak dini hari hingga sore hari menyebabkan banjir meluas, termasuk merendam Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulawesi Selatan. Peristiwa ini terekam dalam sebuah video berdurasi 53 detik yang diunggah oleh Penjabat Gubernur Sulsel, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, Minggu (15/12/2024).
Dalam video tersebut, terlihat jelas lapangan bola di halaman Rujab Gubernur yang tergenang air hingga setinggi lutut orang dewasa. Dengan nada santai, Prof. Zudan mengomentari situasi tersebut,
"Lapangan bolanya banjir. Gimana ayo main bola, siapa mau?" ujarnya sambil tertawa.
Baca Juga : Perwakilan Makassar Bersinar di MTQ Maros, 31 Kafilah Lolos Final Bidik Juara Umum
Meskipun kondisi banjir cukup parah, Prof. Zudan tidak kehilangan semangat dan justru mengajak masyarakat untuk tetap optimis. Ia bahkan mengajak publik untuk 'bermain air' di tengah banjir.
"Ayo main air yuk," tambahnya sambil menunjuk genangan air di halaman rumah jabatan.
Instruksi Langsung kepada Jajaran
Baca Juga : Hadiri Dharma Santi Nyepi, Wali Kota Makassar Ajak Warga Hindu Rawat Kerukunan dan Keberagaman
Melihat kondisi ini, Prof. Zudan langsung memberikan instruksi kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kepala Dinas Sumber Daya Air untuk segera mencari solusi agar banjir tidak terulang kembali.
"Banjir nih, Bu Kadis PU, Kadis Sumber Daya Air, banjir nih. Tolong dicek bagaimana caranya biar air tak tergenang," tegasnya.
Selain Rujab Gubernur, banjir juga merendam sejumlah wilayah di Kota Makassar, salah satunya adalah Jalan Yusuf Daeng Ngawing di Kecamatan Rappocini. Jalan tersebut berubah menjadi sungai dengan genangan air yang cukup tinggi.
Baca Juga : Humanis Tanpa Gusur Paksa, Pemkot Makassar Ajak Pedagang Bongkar Mandiri Lapak di Atas Drainase
Hujan deras yang mengguyur Makassar sejak dini hari telah menyebabkan banjir meluas di berbagai titik. Peristiwa ini menunjukkan perlunya penanganan serius terhadap masalah drainase dan pengelolaan lingkungan di Kota Makassar.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News