5 Titik Longsor di Tinggimoncong Gowa, Masyarakat Diimbau Berhati-hati Saat Menuju Malino
Akses jalan yang menghubungkan Kelurahan Malino dan Gantarang sempat terputus, material longsor yang menutup badan jalan sekitar 4 meter.
Jejakfakta.com, GOWA -- Hujan deras disertai anging kencang mengakibatkan sejumlah wilayah di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, mengalami bencana longsor, Sabtu (21/12/2024).
Informasi yang diterima Jejakfakta.com, sebanyak 5 titik lokasi mengalami longsor dan menutup badan jalan. Hal tersebut kemudian mengakibatkan akses jalan sempat terputus lantaran material longsor menutup badan jalan.
Kapolsek Tinggimoncong, Iptu Anwar yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Kata dia, saat ini akses jalan tersebut telah bisa dilalui.
"Titik longsor sudah dibersihkan bersama warga serta pemerintah setempat. Jadi arus sudah terbuka," ujarnya kepada Jejakfakta.com, Sabtu (21/12/2024).
"Akses jalan sudah terbuka semua berkat partisipasi pemerintah setempat bersama TNI/Polri. Semua kita pake secara manual karena longsorannya tidak seberapa," tambahnya.
Meski demikian, Anwar berharap kepada seluruh masyarakat Tinggimoncong maupun masyarakat luar agar tetap waspada dan berhati-hati. Sebab, curah hujan masih diperkirakan akan masih berlangsung.
Baca Juga : Perkuat Kapasitas HAM, Sitti Husniah Talenrang Dorong Gowa Jadi Kabupaten Ramah dan Inklusif
"Kepada masyarakat yang berada di Tinggimoncong, terutama yang di bukit-bukit agar tetap waspada dan hati-hati karena curah hujan sampai saat ini masih berlangsung. Jadi tetap hati-hati," harapnya.
"Dan kiranya membaca situasi, begitu juga warga dari bawah yang mau naik ke Malino tetap waspada dan berhati-hati di jalan," lanjutnya.
Adapun 5 titik lokasi longsor di Tinggimoncing, Gowa:
Baca Juga : Peringatan Curah Hujan Tinggi, Pemkab Gowa Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana
Pertama, berada di Jalan poros Bontowa Kelurahan Buluttana. Hal ini mengakibatkan akses jalan yang menghubungkan antara lingkungan Butta toa dan Lombasan sempat terputus akibat tertimbun material longsor.
Kedua, di lingkungan Lembang Bata Kelurahan Gantarang. Hal ini mengakibatkan akses jalan yang menghubungkan antara Kelurahan Gantarang dan Garassi sempat terputus akibat tertibun material longsor yang diperkirakan mencapai 8 meter.
Ketiga, berada di Kelurahan Bontolerung. Hal ini mengakibatkan akses jalan yang menghubungkan antara Ling biroro dan Lingkungan Topidi sempat terputus lantaran longsor menutup badan jalan sekitar 5 meter
Baca Juga : Piluh! Rangga di Gowa Hanya Bisa Bawa Ubi ke Sekolah Pengganti Uang Jajan
Keempat, Jalan Pattene kelurahan Malino. Hal ini mengakibatkan akses jalan yang menghubungkan Kelurahan Malino dan Gantarang sempat terputus lantaran longsor yang menutup badan jalan sekitar 4 meter.
Dan kelima, pohon pinus tumbang menimpa kabel listrik. Hal ini juga sempat mengakibat akses jalan terputus akibat menutup badan jalan.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News