Aliran Sungai Inspeksi Kanal Borong Meluap, Warga Minta Dibangun Tembok Penghalang
Jhon terpaksa meliburkan diri dari tempat kerja, jaga rumah kebanjiran.
Jejakfakta.com, MAKASSAR -- Warga Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) berharap ada solusi terhadap aliran sungai yang meluap di Jalan Inspeksi Kanal Borong tembusan ke arah Jalan Borong Raya, Kelurahan Borong.
Jhon (51), warga Borong mengaku bahwa banjir yang menutup badan Jalan Inspeksi Kanal Borong lantaran aliran sungai sudah full sehingga meluap ke badan jalan.
"Kalau bisa ditembok atau aspalnya ditinggikan kayak di sebelah supaya airnya tidak meluap ke badan Jalan," ujarnya kepada Jejakfakta, Minggu (22/12/2024).
Baca Juga : Perwakilan Makassar Bersinar di MTQ Maros, 31 Kafilah Lolos Final Bidik Juara Umum
Jhon mengaku selama empat hari terpaksa meliburkan diri dari tempat kerja. Hal itu ia takutkan sewaktu-waktu air meninggi dan masuk ke dalam rumahnya.
"Sudah empat hari saya tidak masuk kerja. Saya jaga-jaga, saya hanya berdua dengan ibu (istri), takutnya kalau naik air lebih tinggi," ujarnya.
Dalam pantauan Jejakfakta di lokasi sekitar pukul 15.30 Wita, banjir yang menggenangi jalan tersebut tampak setinggi lutut orang dewasa.
Baca Juga : Hadiri Dharma Santi Nyepi, Wali Kota Makassar Ajak Warga Hindu Rawat Kerukunan dan Keberagaman
Pengamatan di lokasi, air tersebut bersumber dari aliran sungai yang telah meluap hingga ke badan jalan. Di ketahui, air sungai tersebut mengalir ke arah hilir sungai Tello.
Pada pinggiran sungai tersebut, dipasangi tali rapia sebagai penanda antara jalan dan aliran sungai.
Setiap pengendara motor maupun mobil yang ingin melintas tampak diarahkan anak-anak remaja. Sesekali anak-anak tersebut mendorong pemotor yang mengalami gangguan mesin atau mogok saat melintasi air tersebut.
Baca Juga : Humanis Tanpa Gusur Paksa, Pemkot Makassar Ajak Pedagang Bongkar Mandiri Lapak di Atas Drainase
"Kalau ada mogok om, kita bantu dorong," ujar anak remaja tersebut saat dihampiri.
Anak itu mengaku bahwa air menggenangi badan jalan itu berasal dari aliran sungai yang meluap. "Ada mi kapan tiga hari," ujarnya
Terlihat, ada beberapa pengendara yang memberi uang ke-anak tersebut saat dibantu diarahkan untuk menghindari air yang lebih tinggi. Juga pada saat mendorong dari belakang kendaraan.
Baca Juga : Jadwal Buka Puasa Kota Makassar Selama Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah
Dalam pantauan, beberapa motor yang melintasi jalan tersebut tampak terdengar suara agak berat saat melewati air tersebut.
Hingga penulis meninggalkan lokasi, air tersebut masih setinggi lutut orang dewasa.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News