Cerita Warga Terdampak Banjir di Manggala Makassar, Suriani: Sudah Tiga Kali Tinggikan Lantai Rumah

Suriani bersama keluarga di lokasi pengungsian di Masjid Al-Muttaqim, Manggala, Kota Makassar, Minggu (22/12/2024). @Jejakfakta/Samsir

Setiap tahunnya peralatan rumah warga terendam banjir dan mengakibatkan beberapa fasilitas rusak.

Jejakfakta.com, MAKASSAR -- Setiap tahun bencana banjir melanda kawasan Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dan terparah berapa di blok 10 dan blok 8.

Warga yang menempati rumah di sekitar lokasi tersebut merasa sudah tak berdaya cara menghadapi banjir tersebut. Dan seolah sudah menerima takdir atas banjir yang dihadapi setiap tahunnya.

"Sudah terbiasa, karena sudah tiap tahun (banjir)," ujar Suriani (66) salah satu pengungsi terdampak banjir kepada Jejakfakta di Masjid Al-Muttaqim, Minggu (22/12/2024).

Baca Juga : Wali Kota Makassar Finish 10K MHM 2026, Lebih dari 12 Ribu Pelari Ramaikan Losari

Suriani mengaku hampir setiap tahunnya peralatan rumahnya terendam banjir dan mengakibatkan beberapa fasilitas rumah mengalami kerusakan.

"Peralatan rumah banyak yang rusak. Yah, ada yang rusak, ada juga yang bisa dipakai kalau sudah dicuci," ujar Suriani yang tak bisa menahan kesedihannya.

"Kalau kulkas diangkat naik, tapi tenggelam mi kapan di bawah. Kursi dan kasur pasti tenggelammi," tambahnya.

Baca Juga : TP PKK Makassar Turun ke Sekolah, Siswa SMP Diajak Jadi Agen Perubahan Pengelolaan Sampah

Selama ini, lanjut Suriani, upaya yang dilakukan dirinya bersama keluarganya hanya bisa meninggikan lantai rumah dari dasar. Dengan harapan, bila banjir kembali datang, itu tak lagi dapat masuk ke dalam rumahnya.

"Di rumah sudah tiga kali ditinggihkan lantainya," ujar wanita paruh baya ini.

Tim Sar melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir di di blok 10 dan blok 8 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Minggu (22/12/2024). @Jejakfakta/Samsir

Baca Juga : Perwakilan Makassar Bersinar di MTQ Maros, 31 Kafilah Lolos Final Bidik Juara Umum

Banjir kali ini, Yusriani mengaku lebih parah dibanding tahun lalu. Di lokasi pengungsian, ia bersama keluarganya sudah menjelang pukul tiga malam.

"Parah sekali lagi ini dibanding tahun lalu. Ini sekarang sampai (di leher) di dalam rumah," katanya.

Senada dengan Suriani, salah satu pengungsi lain bernama Fathiya juga mengaku banjir kali ini lebih parah dibanding tahun lalu.

Baca Juga : Hadiri Dharma Santi Nyepi, Wali Kota Makassar Ajak Warga Hindu Rawat Kerukunan dan Keberagaman

"Airnya tinggi sekali. Air ke sini semua beserta sampah-sampahnya," katanya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru