Lembah Lohe: Destinasi Wisata Alami yang Mengangkat Potensi Lokal

Kawasan Lembah Lohe di kaki Gunung Bawakaraeng. @Jejakfakta/Foto: Nurul Fitrah Amril

Lembah Lohe tidak hanya menjadi daya tarik visual, tetapi juga menggambarkan hubungan erat masyarakat setempat dengan lingkungannya.

Jejakfakta.com, GOWA -- Kabupaten Gowa terus memperlihatkan potensinya sebagai daerah tujuan wisata melalui Lembah Lohe, sebuah destinasi yang menawarkan keindahan alam dan pengalaman tak terlupakan.

Berlokasi di kaki Gunung Bawakaraeng, kawasan ini awalnya adalah tempat penggembalaan ternak warga. Kini, berkat kerja sama masyarakat lokal, komunitas pecinta alam, dan pemerintah, Lembah Lohe telah bertransformasi menjadi destinasi unggulan dengan daya tarik unik.

Keindahan alam Lembah Lohe tidak hanya menjadi daya tarik visual, tetapi juga menggambarkan hubungan erat masyarakat setempat dengan lingkungannya.

Baca Juga : Jelajah Danau Matano, Cara Luwu Timur Memperkenalkan Pesona Bumi Batara Guru

Menurut Alimin, Ketua pengelola lembah lohe, hampir 90% warga sekitar memanfaatkan kawasan ini untuk melepas ternak mereka. Hal ini mendorong pelestarian kawasan yang sebagian besar masih belum dibuka untuk umum.

“Lembah Lohe memberikan pengalaman magis, manis, dan humanis yang membuat setiap pengunjung ingin kembali lagi,” ujar Alimin.

Dalam mendukung pengembangan wisata, warga bersama pemerintah telah membangun fasilitas pendukung seperti toilet umum, area parkir, jaringan telekomunikasi, dan jalan akses.

Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Terpilih Aklamasi Pimpin ASITA Sulsel 2026–2031

Meski demikian, prioritas tetap diberikan kepada pelibatan masyarakat lokal. Fasilitas penginapan dan tempat makan, misalnya, dikelola langsung oleh warga agar memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Tantangan terbesar dalam pengembangan Lembah Lohe adalah faktor cuaca yang kerap berubah secara tiba-tiba. Namun, upaya promosi melalui media sosial telah menjadi alat utama untuk memperkenalkan Lembah Lohe ke wisatawan domestik dan mancanegara.

Untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, langkah preventif diambil, seperti membatasi jumlah pengunjung di waktu tertentu, memberikan edukasi kepada wisatawan, dan menerapkan sanksi bagi pelanggar aturan.

Baca Juga : UAS Terpukau Keindahan Danau Matano, Bupati Irwan Kenalkan Ikon Wisata Luwu Timur

Hal ini sejalan dengan harapan masyarakat untuk menjadikan Lembah Lohe sebagai destinasi wisata berkelanjutan yang mendukung ekonomi lokal dan pelestarian alam.

Laporan: Nurul Fitrah Amril, Mahasiswa Jurnalistik, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru