Lepas Peserta Jalan Sehat, Ali Yafid: Orang Toraja Contoh Nyata Kerukunan dan Toleransi Antarumat Beragama

Gelaran Jalan Santai Kerukunan yang diadakan Kementerian Agama Toraja Utara berlangsung meriah, Sabtu (18/1/2024). @Jejakfakta/dok. Kemenag

Di Toraja Utara tidak ada sekat mayoritas dan minoritas. Semua masyarakat hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan.

Jejakfakta.com, TORAJA UTARA – Gelaran Jalan Santai Kerukunan yang diadakan Kementerian Agama Toraja Utara berlangsung meriah, Sabtu (18/1/2024). Acara yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama RI ini dipusatkan di Auditorium Art Center, Alun-Alun Kota Rantepao.

Acara ini secara resmi dilepas oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, dalam suasana semarak penuh kebersamaan. Jalan santai ini bukan hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga simbol kerukunan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Toraja Utara, Salvius Pasang, bersama sejumlah pejabat eselon III lingkup Kanwil Kemenag Sulsel. Tak ketinggalan, para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, jajaran pengurus FKUB, tokoh masyarakat dan agama Toraja Utara, serta pimpinan perbankan yang bermitra dengan Kemenag Toraja Utara turut meramaikan acara.

Baca Juga : PPIH Embarkasi Makassar Dikukuhkan, Siap Layani 16.750 Jemaah Haji Indonesia Timur dengan Layanan Humanis

Dalam sambutannya, Kakanwil H. Ali Yafid mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya atas dukungan pemerintah Kabupaten Toraja Utara yang telah menjadi tuan rumah kegiatan penuh makna ini.

“Ini memang jalan sehat tingkat kabupaten, tetapi suasananya seperti tingkat provinsi. Kehadiran hampir seluruh pejabat eselon III Kemenag Sulsel membuktikan betapa solidnya kita dalam memeriahkan HAB ke-79 ini. Terima kasih kepada Pak Sekda atas penerimaan dan dukungannya,” ujar Ali Yafid.

Toraja, Teladan Kerukunan dan Toleransi

Baca Juga : Bangkitkan Semangat Usai Ramadan, Sabtu Sehat Juara di Mangkutana Disambut Antusias Warga

Dalam kesempatan ini, Ali Yafid juga menegaskan bahwa Toraja merupakan contoh nyata kerukunan dan toleransi antarumat beragama.

“Mengajari orang Toraja tentang kerukunan itu seperti mengajari bebek berenang,” ungkapnya dengan senyum.

Ia menambahkan bahwa di Toraja Utara tidak ada sekat mayoritas dan minoritas. Semua masyarakat hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan. “Yang kita lakukan di sini bukan sosialisasi moderasi, melainkan penguatan agar kerukunan tetap terjaga,” jelasnya.

Baca Juga : Tren Nikah Melejit di Sulsel: 168 Pasangan Daftar dalam 4 Hari

Sebagai bagian dari acara, Kakanwil Kemenag Sulsel juga menerima buku berjudul Toraja, Tongkonan, dan Kerukunan yang ditulis oleh H. Nurdin Baturante, seorang tokoh Muslim Toraja. Buku ini menjadi simbol harmoni dan kontribusi nyata dari masyarakat Toraja dalam menciptakan kehidupan yang rukun dan damai.

Di penghujung sambutannya, Ali Yafid menyampaikan pesan dari Menteri Agama untuk terus mendekatkan umat kepada ajaran agama, serta menjaga kerukunan sebagai fondasi kehidupan bersama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru