1 Korban Meninggal akibat Banjir di Camba Maros, Ditemukan Mengapung dalam Rumah
Korban terjebak dalam rumahnya saat banjir menerjang Camba, sekitar pukul 04.30 Wita.
Maros, jejakfakta.com- Seorang warga dilaporkan meninggal akibat banjir di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/12/22).
Korban meninggal adalah ibu-ibu lansia atas nama Johra Dg Tasa (85).
Baca Juga : Banjir di Cenrana Maros Setinggi Dada, 50 Kepala Keluarga Terendam
Korban terjebak dalam rumahnya saat banjir menerjang Camba, sekitar pukul 04.30 Wita.
Lokasi rumah korban di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan Camba.
Warga setempat menemukan Johra tak benyawa, kondisi terapung dalam rumah.
Baca Juga : Pantauan Hilal 1 Syawal 1445 H di Kampus Unismuh, BMKG: Posisi Hilal 5 Derajat
Informasi yang dihimpun, selama ini korban tinggal sebatang kara di rumahnya itu.
Banjir di Cempaniga tadi setinggi paha orang dewasa.
BPBD Kabupaten Maros melaporkan 14 kecamatan di Maros diterjang banjir akibat meluapnya sungai di daerah tersebut. Luapan sungai menyusul hujan lebat.
Baca Juga : Gempa Bumi Berkekuatan M 3,6 Getarkan Kabupaten Bone
Status Awas
Sulawesi Selatan naik ke status awas cuaca ekstrem menurut peringatan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) wilayah IV Makassar, mulai 23 sampai 25 Desember 2022. Cuaca dengan intensitas hujan sedang hingga lebat,
"Diharapkan para pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi," kata Plh Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Kamal, dalam siaran persnya, Jumat (23/12/22).
Baca Juga : BMKG Makassar Sebut Hilal Terlihat 0,21 Derajat, Terkendala Cuaca Mendung
BMKG telah memberi peringatan dini ke sembilan daerah kabupaten kota level awas mulai 21-31 Desember: di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Maros, Barru, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Bone, dan Soppeng.
Kamal menyampaikan pula, hasil pantauan perkembangan gerakan atmosfer hingga kemarin, mengindikasikan potensi peningkatan curah hujan di wilayah Sulsel.
Analisis model cuaca, lanjut Kamal, menunjukkan kelembapan udara lapisan atas hingga ketinggian 500 mb dalam kondisi basah (70-100 persen).
Baca Juga : Kabar Kembira! Pekan Depan Diperkirakan Terjadi Hujan, Sebaiknya Siapkan Penampungan Air
BMKG memerkirakan terjadi perlambatan arus angin (konfluensi) di Selat Makassar bagian selatan atau sekitar Makassar, menyebabkan penumpukan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan hujan dan bergerak ke wilayah Sulsel.
BMKG juga membaca kemungkinan luapan air laut atau banjir Rob di pesisir Sulsel bagian barat. Pasalnya, cuaca saat ini berpapasan fase pasang maksimum.
Dari prakiraan mulai 23-25 Desember 2022, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi di wilayah Sulsel bagian barat: Pinrang, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Makassar, Takalar, Kota Parepare dan Kota Makassar
Di wilayah Sulsel bagian tengah meliputi Kabupaten Soppeng dan Gowa. Wilayah Sulsel bagian selatan meliputi Kabupaten Jeneponto dan Kepulauan Selayar. Serta potensi angin kencang di pesisir barat dan selatan Sulsel.
"Masyarakat juga dihimbau agar mewaspadai gelombang tinggi di perairan sekitar Sulawesi Selatan. Gelombang dengan kategori Sedang 1,25-2,5 meter dan kategori tinggi 2,5-4,0 meter," kata Kamal.
Situasi ini dapat berdampak banjir, longsor, angin kencang. Berikutnya berdampak pada penerbangan dan pelayaran.
Kamal mengimbau masyarakat selalu mengikuti informasi dari BMKG serta instansi terkait, guna mitigasi bencana. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News