RKPD 2026 Agak Lain, Danny Pomanto Cerita sebagai Pelanjut Program IAS
Bahkan Danny Pomanto mengembangkan program IAS menjadi home care. Home care ini pun menjadi percontohan bagi kab/kota lainnya.
Makassar - Wali Kota Makasar Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto berharap Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Makassar tahun 2026 "nyambung" ke pemimpin Makassar periode mendatang, sebagaimana Danny Pomanto penerus program Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
“Perencanaan RKPD menjadi salah satu tahapan penting dan layak untuk dilakukan persiapan yang matang. Kita dalam masa transisi, ada masanya jabatan, sehingga kepemimpinan ini dilanjutkan dengan pemimpin yang baru jadi kita butuh konektor untuk menyatukan program yang baru dan lama,” kata Danny Pomanto saat membuka resmi Forum Konsultasi publik rancangan awal RKPD Makassar 2026, di Four Points By Sheraton, Makassar, Kamis (30/1/2025).
Danny menyatakan RKPD kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dalam masa kepemimpinannya, tersebab masa transisi atau akhir jabatan menuju awal pemerintahan yang baru.
Baca Juga : Malam Puncak HUT 100 PDAM Makassar, Beni Iskandar Tunjukkan Inovasi, Wali Kota Ucap Bahagia Manajemen Kompak
Danny mencontohkan, sejak 2014 awal kepemimpinannya, ia melanjutkan program Wali Kota Makassar 2004-2014 Ilham Arief Sirajuddin yakni layanan publik dari lahir hingga meninggal.
Bahkan Danny Pomanto mengembangkan program IAS menjadi home care. Home care ini pun menjadi percontohan bagi kab/kota lainnya.
Danny mengungkapkan, tiga ciri program yang harus dipertahankan. Pertama program yang memiliki manfaat bagi masyarakat dan hasilnya diukur dengan indeks kebahagiaan.
Baca Juga : Anggota DPRD Makassar Isi Hari Libur dengan Rapat Paripurna KUA PPAS APBD-P TA 2024
Kedua, bermanfaat bagi nasional. Seperti pertumbuhan ekonomi kota Makassar mampu di atas rata-rata nasional. Ketiga, bermanfaat secara global.
“Jangan kita terjebak sama hal yang baru, kasih bersih itu solokan. Tidak perlu terlalu. Langsung eksekusi saja, tidak perlu masuk di RKPD itu,” ujarnya.
“Dan tentunya semua yang kita buat harus meningkatkan PAD kita. Kita harus motif ekonomi. Jadi untuk apa kita bikin begini terputar-putar kalau PAD-nya jadi lebih lebih rendah. Untuk apa? Harus program yang produktif."
Baca Juga : Terekam: Beginilah Masyita Tewas Terseret Tali Lomba Tarik Tambang IKA Unhas Sulsel
Danny pun berharap program yang sudah dirasakan, diakui masyarakat, diakui nasional dan international dapat diteruskan oleh pemimpin selanjutnya.
“Kalau itu sudah diakui, mau cari apa lagi? Nah karena semua program itu kalau sudah diakui 33 global akui, nasional akui, lokal merasakan. Itumi yang dicari program. Kenapa mesti kita cari jauh-jauh, na sudah kita punya. Seperti Home Care, Makassar Low Carbon City. Indeks utbanisasi kita yang jalan, itu diakui dunia. Banyak sekali. lorong Wisata. Tapi kan terserah pemerintahan baru lagi,” kata Danny. (Dinukil dari laman Diskominfo Makassar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News