Hari Natal, Mentan Pantau Kebutuhan Pokok di Pasar Terong

Pastikan Pasokan Normal dan Aman

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo memantau harga bahan pokok di Pasar Terong, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (25/12). (Dok. Kementan RI)

Pemerintah pusat melalui Kementan siap meningkatkan kolaborasi dengan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dalam menjalankan pengawasan dan monitoring harha di setiap pasar seluruh Indonesia.

Tepat di hari Natal, Minggu (15/12), Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan peninjauan salah satu pasar tradisional di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memastikan 12 kebutuhan pokok selama Natal dan jelan tahun baru (Nataru) tetap aman.

Di Pasar Terong, SYL menyebut kebutuhan pokok semua aman dan normal. Bahkan di sejumlah tempat, harga beras cendrung mengalami penurunan.

"Tidak hanya di Sulawesi Selatan, saya dapat laporan hampir di seluruh provinsi yang ada rata-rata ketersediaan cukup. Bahkan beberapa tempat harga beras mengalami penurunan," sebut SYL.

Baca Juga : Dekatkan Layanan ke Masyarakat, Tim Lontara+ Ramaikan CFD Makassar

Mantan Gubernur Sulsel itu juga mencontohkan temuannya di Pasar Terong. Harga beras Rp10 ribu per kilogram, setelah sehari sebelumnya Rp11 ribu per kilogram. 

"Perlu diketahui, berdasarkan laporan perkembangan harga pada minggu ke-3 di bulan Desember, kebutuhan bapok di Sulawesi Selatan rata-rata menunjukan penurunan harga," seru SYL.

Selain harga beras yang turun. Juga harga jagung pipilan, yang tadinya Rp4.993 per liter jadi Rp4.943 per liter, daging sapi yang tadinya Rp126 ribu jadi Rp125.750 per kilogram.

Baca Juga : Perempuan Desa Jadi Motor Perubahan, Save the Children Dorong Perlindungan Anak Berbasis Komunitas

"Begitu juga dengan telur ayam, daging ayam, gula, minyak goreng, cabai dan bawang yang mengalami penurunan," lanjut SYL.

Menurutnya, Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang jadi barometer terhadap dinamika ketersediaan dan harga yang ada saat ini. Karena itu, dia berharap, kebutuhan bapok (bahan pokok) di sana dapat dinormalisasi melalui kerja bersama dan menyediakan ketersediaan secara berkelanjutan.

 "Saya berharap natal, tahun baru dan seterusnya kita bisa tetap menormalisasi ketersediaan dan keterjangkauan yang ada melalui harga-harga yang normatif melalui harga-harga yang tetap normal," serunya.

Baca Juga : Mendikdasmen Abdul Mu’ti Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel Hari Ini

Pemerintah pusat melalui Kementan siap meningkatkan kolaborasi dengan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dalam menjalankan pengawasan dan monitoring di setiap pasar seluruh Indonesia. Dengan begitu, SYL berharap perayaan natal dan tahun bari dapat berjalan lancar.

"Menjaga harga itu bukan hanya menteri, tapi di sini juga ada bupati/walikota, ada kadis provinsi, ada pak gubernur, kita sama-sama. Mudah-mudahan Natal tahun baru ketersediaan cukup apalagi kalau beras sangat berlimpah alhamdulillah kelihatannya juga sangat siap. Tapi kita tidak boleh pede karena cuaca sangat ekstrem dan pertanian itu sangat berkait dengan cuaca," urai SYL. (**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru