Pintu Bendungan Bili-bili di Gowa Masih Terbuka, Warga Diminta Waspada
Pembukaan Pintu Pelimpah air merupakan merupakan langkah mitigasi untuk mempertahankan volume air agar tetap dalam kondisi aman.
Jejakfakta.com, GOWA -- Pintu pelimpah bendungan Bili-bili Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) dibuka, Selasa, 11 Februari 2025. Warga hingga pemerintah diminta agar tetap siap siaga.
"Kondisi waduk sudah masuk kondisi waspada sehingga perlu pemberitahuan ke pejabat wilayah agar aparat, pemda bisa siap siaga," kata Ketua Tim Pelaksanaan Urusan Pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air BBWS Pompengan Jeneberang, Muhammad Firdaus kepada Jakfakta, Selasa (11/2/2025).
Sampai saat ini, kata Firdaus, pukul 18.10 Wita, pintu pelimpah bendungan bili-bili masih terbuka dikarenakan kondisi hujan di hulu masih terjadi
Baca Juga : PDAM Makassar Pastikan Layanan Air Masih Aman, Prediksi 30 Hari Disebut Skenario Kemarau Ekstrem
"Pintu pelimpah masih terbuka karena di hulu masih hujan," ujarnya.
Diketahui, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang telah mengumumkan bahwa elevasi air Bendungan Bili-Bili, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, telah melampaui batas normal.
Sehingga dengan kondisi tersebut, pihak terkait diminta tetap waspada. Terutama, masyarakat di sepanjang aliran Sungai Jeneberang diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir.
Baca Juga : Festival Muara Siap Jadi Ikon Budaya Baru Kota Makassar
Berdasarkan pemantauan sekitar pukul 13.45 Wita, Selasa (11/2/2025), elevasi air Bendungan Bili-Bili mencapai 99,77 mdpl dengan volume 263,619 juta m³. Dengan ini, angka tersebut telah melebihi elevasi normal yang ditetapkan sebesar 99,50 mdpl dengan volume 243,840 juta m³.
"Namun masih dalam kondisi aman. Kami terus melakukan pemantauan untuk memastikan bendungan beroperasi sesuai standar keselamatan," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Suryadarma Hasyim dalam keterangannya, Selasa.
Pembukaan Pintu Pelimpah air merupakan merupakan langkah mitigasi untuk mempertahankan volume air agar tetap dalam kondisi aman. Pihak pengelola bendungan telah membuka pintu pelimpah dengan total outflow sebesar 475,22 m³/detik.
Baca Juga : Sungai Jene'berang Meluap, Ratusan Warga Bantaran Sungai di Kelurahan Mangasa Mengungsi
"Kami melakukan pengurangan volume air di waduk secara bertahap sesuai dengan SOP. Saat ini, debit dari Sungai Jenelata juga mengalami peningkatan yang signifikan, sehingga gabungan outflow dari Bendungan Bili-Bili dan Sungai Jenelata yang tercatat di Bendung Kampili mencapai 1.000 m³/detik," jelas Suryadarma Hasyim.
Lebih jauh, lanjut Suryadarma Hasyim, pembukan Pintu Pelimpah air juga merupakan langkah untuk menghindari potensi meluapnya air di sekitar daerah aliran Sungai Jeneberang yang bisa berdampak pada pemukiman warga.
Dan dengan ini pula, masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Jeneberang diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sekitar sungai.
Baca Juga : Status Bendungan Bili-bili Status Normal, Diimbau Tetap Berhati-hati Berada di Sekitar Sungai
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas penyeberangan sungai, menambang, atau menjala ikan di hilir bendungan hingga kondisi benar-benar aman," tegas Suryadarma Hasyim.
Kemudian untuk Pemerintah daerah dan instansi terkait untuk tetap bersiap menghadapi kemungkinan dampak dari peningkatan debit air ini. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi terbaru dari pihak berwenang dan segera melaporkan jika terjadi situasi darurat.
Adapun batas elevasi yang ditetapkan dalam sistem peringatan dini adalah sebagai berikut:
Baca Juga : Makassar dan Sekitarnya Diguyur Hujan Deras, Status Bendungan Bili-Bili Masih Aman
* Elevasi normal: 99,50 mdpl (243,840 juta m³)
* Elevasi waspada: 101,70 mdpl (277,182 juta m³)
* Elevasi siaga: 102,60 mdpl (290,820 juta m³)
* Elevasi awas: 103,30 mdpl (296,880 juta m³)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News