Pengungsi Banjir Perumnas Antang di Masjid Al-Mutohhirin Keluhkan Keterlambatan Bantuan Makanan dan Air
32 warga yang mengungsi di Masjid Al-Mutohhirin, sementara sebagian lainnya memilih tinggal di rumah keluarga.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pengungsi korban banjir di Blok 8 Perumnas Antang, Makassar yang mengungsi di Masjid Al-Mutohhirin mengeluhkan keterlambatan distribusi makanan dan kurangnya pasokan air bersih. Mereka berharap bantuan makanan siap saji dipercepat serta suplai air minum diperbanyak.
Keluhan ini disampaikan langsung kepada Jejakfakta.com saat meninjau lokasi pada Rabu (12/2/2025) setelah salat Ashar. Seorang pengungsi wanita mengungkapkan bahwa mereka hanya mendapatkan makanan dua kali sehari, dan jumlah air minum yang diterima pun sangat terbatas.
“Terlambat makanan kemarin, kayaknya hanya dua kali makan. Sekarang ini kami cuma dapat satu dos air, itu juga kurang,” ujarnya.
Baca Juga : PDAM Makassar Sambut Penguatan Kerja Sama dengan Kawasaki City dan Suido Technical Service
Selain kebutuhan pangan dan air, para pengungsi juga berharap adanya pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama bagi lansia yang ikut mengungsi.
“Kami butuh pemeriksaan kesehatan karena banyak lansia, ada 13 orang lansia di sini. Kemarin sudah ada tim medis datang, tapi kami harap ada yang rutin,” lanjutnya.
Keluhan serupa disampaikan oleh pengungsi lainnya, Ikhwanto. Ia menekankan perlunya percepatan distribusi makanan dan air bagi warga terdampak.
Baca Juga : Sulap Air Laut Jadi Air Minum, Pemkot Makassar Siapkan Teknologi Desalinasi Bertenaga Surya
“Kami butuh makanan dan air lebih banyak,” katanya.
Menurut Ikhwanto, saat ini ada 32 warga yang mengungsi di Masjid Al-Mutohhirin, sementara sebagian lainnya memilih tinggal di rumah keluarga. Secara keseluruhan, warga RT 02 RW 08 yang terdampak banjir mencapai 191 jiwa.
“Sebagian warga mengungsi ke rumah keluarga atau tetangga,” ungkapnya.
Baca Juga : Pemkot Makassar Jajaki Teknologi Desalinasi Air Laut untuk Penuhi Kebutuhan Air Warga Pulau
Banjir yang semakin meninggi sejak Selasa malam (11/2) sekitar pukul 23.00 WITA membuat warga semakin khawatir.
“Awalnya kemarin belum ada banjir, tapi tadi malam air mulai naik sekitar pukul 23.00 WITA,” kata Ikhwanto.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejak tinggal di kawasan tersebut pada awal tahun 90-an, rumahnya belum pernah terdampak banjir hingga sembilan tahun menetap di sana.
Baca Juga : Pemkot Makassar Siapkan 40 Titik SPAM Baru untuk Atasi Kekeringan Jangka Panjang
“Bukan kami yang mendatangi banjir, tapi banjirlah yang mendatangi kami,” ujarnya dengan nada pilu.
Hingga berita ini diturunkan, tim medis dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terlihat tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WITA untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi para pengungsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News