Tak Ketinggalan Momen, Anak-anak Asyik Bermain Air di Tengah Banjir di Makassar
Kendati kesenangan anak-anak yang bermain air begitu tampak nyata, kewaspadaan terhadap potensi dampak buruk harus tetap dijaga.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Meski banjir melanda sebagian besar Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, anak-anak di kawasan tersebut justru tampak tidak ingin melewatkan momen berharga ini. Alih-alih merasa khawatir, mereka malah asyik bermain air yang menggenang, terlarut dalam dunia mereka sendiri bersama teman-temannya.
Pantauan Jejakfakta, Rabu (12/2/2025), sekitar pukul 14.00 WITA di Jalan Nipa-nipa, suasana banjir terlihat riuh dengan gelak tawa anak-anak yang dengan ceria bermain air. Sesekali mereka melompat ke dalam genangan air yang setinggi betis, seolah mencoba untuk belajar berenang atau sekadar menikmati kegembiraan masa kecil.
Anak-anak ini tampak tanpa rasa takut atau khawatir akan bahaya yang mengintai, mereka terus bermain tanpa peduli akan kondisi air yang mungkin tidak begitu bersih. Sementara itu, beberapa orang tua yang berada di sekitar lokasi tampak mengawasi dengan cermat, meski ada juga yang menikmati momen bahagia anak-anak mereka.
Baca Juga : Respons Cepat Aduan Warga, BPBD Makassar Turun Bersihkan Kanal Bara-Baraya Timur
Namun, meskipun tampaknya momen bermain air tersebut penuh kegembiraan, penting untuk diingatkan tentang potensi bahaya yang mungkin timbul setelah bermain di lokasi banjir yang kotor.
Menurut catatan yang diperoleh Jejakfakta dari Halodoc, ada beberapa risiko kesehatan yang mengancam, seperti:
1. Gangguan Pencernaan – Anak-anak yang bermain di air banjir berisiko mengalami gangguan pencernaan, termasuk diare, akibat tercemarnya air dengan kuman atau bakteri.
Baca Juga : Satgas Drainase Bergerak Cepat, Genangan di Titik Viral Pettarani Berhasil Surut
2. Penyakit Kulit – Banjir berpotensi membawa bakteri atau virus yang bisa menyebabkan masalah kulit, seperti gatal-gatal atau infeksi.
3. Leptospirosis – Penyakit ini bisa ditularkan melalui urin atau bangkai hewan yang terbawa air banjir. Gejalanya meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, batuk kering, hingga kulit yang menguning dan diare.
Kendati kesenangan anak-anak yang bermain air begitu tampak nyata, kewaspadaan terhadap potensi dampak buruk harus tetap dijaga. Orang tua dan masyarakat diharap lebih peka untuk memastikan kesehatan dan keselamatan buah hati mereka di tengah kondisi banjir yang tak bisa dianggap remeh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News