Budi Djatmiko Kembali Terpilih Jadi Ketum HPTKes Indonesia

Prof M Budi Djatmiko terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Perguruan Tinggi Kesehatan (HPTKes) Indonesia untuk periode 2025-2029, dalam Munas HPTKes Indonesia, di Nagoya Hotel, Batam, Sabtu (15/2/2025). Ketua HPTKes Sulsel Dr Andi Maryam (kanan) hadir dalam pemilihan ini.

Sebanyak 32 pimpinan wilayah HPTKes hadir dalam Munas ke-2 HPTKes Indonesia, termasuk Ketua HPTKes Sulawesi Selatan Dr Andi Maryam.

Batam - Prof M Budi Djatmiko tetap sebagai Ketua Umum Himpunan Perguruan Tinggi Kesehatan (HPTKes) Indonesia, terpilih secara aklamasi untuk periode 2025-2029, dalam Musyawarah Nasional HPTKes Indonesia 2025, di Nagoya Hotel, Batam, Sabtu (15/2/2025).

Sebanyak 32 pimpinan wilayah HPTKes hadir dalam Munas ke-2 HPTKes Indonesia tersebut, termasuk Ketua HPTKes Sulawesi Selatan Dr Andi Maryam.

"Saya mengucapkan selamat kepada Prof Budi atas amanah baru ini. Semoga beliau dapat menjalankan tugasnya dengan baik selama lima tahun ke depan dan membawa perguruan tinggi kesehatan di Indonesia menjadi lebih maju dan berjaya," kata Andi Maryam. 

Baca Juga : Kolaborasi APTISI, PT Pos Indonesia Buka Peluang Cuan Bagi Kampus dan Mahasiswa Sulsel

Budi Djatmiko, selain sebagai Ketum HPTKes, juga menakhodai Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Pusat sebagai ketum. Saat ini pula nama Budi Tjatmiko tercatat di BUMN tertua Indonesia, PT Pos Indonesia (Persero) atau PosIND, sebagai komisaris independen. 

Menurut Andi Maryam, mantan Rektor Universitas Indonesia Timur, pemilihan ketum HPTKes menegaskan kepercayaan besar para pimpinan perguruan tinggi kesehatan Indonesia terhadap Prof Budi. 

Para pimpinan wilayah berharap, di bawah kepemimpinan Budi, HPTKes terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan bagi dunia pendidikan dan kesehatan di tanah air.

Baca Juga : Tak Rugi Achmad M Asri dan Istri ke Jeddah Dukung Timnas Indonesia

Harapan Budi

Terpisah, Budi Djatmiko mengirim keterangan tertulis kepada awak media terkait amanah barunya tersebut. Berikut perkataan Budi. 

Innalillahi wainnailaihi rajiun, kembali sy diamanahi untuk menjadi Ketua Umum Kesehatan Indonesia, dg aklamasi seluruh pimpinan wilayah HPTKes Indonesia, sy berharap untuk kepengurusan periode 2025-2029 harus jauh lebih baik dan agresif menghadapai tantangan perguruan tinggi bidang kesehatan. Maka perlu kolaborasi untuk antarperguruan tinggi bidang kesahatan. Untuk menghadapai perubahan jaman yang sangat cepat dan tidak menentu ini. 

Baca Juga : Ketum Aptisi Budi Djatmiko Ajak Civitas Akademika Jadi Lokomotif Pemilu Damai

Berikut ini beberapa cara melakukan kolaborasi perguruan tinggi di bidang kesehatan dalam menghadapi ketidakpastian:

Kolaborasi Penelitian

1. Mengidentifikasi topik penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri kesehatan.

Baca Juga : Aptisi Pusat Minta Aturan Baru Akreditasi Diberlakukan

2. Mengembangkan proposal penelitian yang melibatkan beberapa perguruan tinggi dan institusi kesehatan.

3. Mengalokasikan sumber daya dan anggaran yang cukup untuk mendukung penelitian.

4. Mengembangkan sistem pengelolaan data dan informasi yang efektif untuk mendukung penelitian.

Baca Juga : Pengurus Pusat Fospuri Siap Pelantikan 21 Agustus di Rujab Gubernur

Kolaborasi Pengembangan Kurikulum

1. Mengidentifikasi kebutuhan industri kesehatan dan masyarakat dalam hal pengembangan kurikulum.

2. Mengembangkan kurikulum yang relevan dan efektif untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa.

3. Mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam industri kesehatan.

4. Mengembangkan sistem evaluasi yang efektif untuk memantau kemajuan mahasiswa.

Kolaborasi Pengembangan Sumber Daya Manusia

1. Mengidentifikasi kebutuhan industri kesehatan dan masyarakat dalam hal pengembangan sumber daya manusia.

2. Mengembangkan program pengembangan sumber daya manusia yang relevan dan efektif.

3. Mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam industri kesehatan.

4. Mengembangkan sistem evaluasi yang efektif untuk memantau kemajuan sumber daya manusia.

Kolaborasi Pengembangan Teknologi

1. Mengidentifikasi kebutuhan industri kesehatan dan masyarakat dalam hal pengembangan teknologi.

2. Mengembangkan teknologi yang relevan dan efektif untuk meningkatkan kemampuan industri kesehatan.

3. Mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam pengembangan teknologi.

4. Mengembangkan sistem evaluasi yang efektif untuk memantau kemajuan pengembangan teknologi.

Kolaborasi Pengembangan Jaringan

1. Mengidentifikasi kebutuhan industri kesehatan dan masyarakat dalam hal pengembangan jaringan.

2. Mengembangkan jaringan yang relevan dan efektif untuk meningkatkan kemampuan industri kesehatan.

3. Mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam pengembangan jaringan.

4. Mengembangkan sistem evaluasi yang efektif untuk memantau kemajuan pengembangan jaringan.

Dengan melakukan kolaborasi di bidang kesehatan, perguruan tinggi dapat meningkatkan kemampuan dan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia, serta meningkatkan kemampuan industri kesehatan dalam menghadapi ketidakpastian.

Juga pentingnya bersinegi dg pemerintah khususnya kementrian kesehatan dan kementrian pendidikan tinghi, sain dan teknologi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru