Pembagian Kloter Embarkasi Makassar Mulai Digodok, Ali Yafid: Pelaksanaan Haji Tahun Ini Harus Lebih Baik
Antisipasi berbagai masalah teknis, di mana penyusunan kloter menjadi dasar dalam pengurusan visa.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Sebanyak 15.683 jemaah haji dari 8 provinsi akan diberangkatkan melalui embarkasi UPG-Makassar dalam 41 kelompok terbang (kloter) pada musim haji 1446 H / 2025 M.
Untuk memberangkatkan jemaah haji dalam jumlah besar tersebut, persiapan yang matang sangat dibutuhkan, baik dari sisi teknis pelaksanaan maupun kelengkapan administrasi, seperti visa haji yang harus segera diselesaikan.
Mengantisipasi hal tersebut, Kanwil Kemenag Sulsel melalui Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) berinisiatif menggelar rapat koordinasi yang secara khusus membahas pembagian dan penetapan kloter embarkasi UPG-Makassar.
Baca Juga : MAN Pinrang Target Pertahankan Juara Umum pada Porseni 2026 di Teppo
Rapat yang digelar secara virtual (daring) ini diikuti oleh seluruh Kepala Bidang PHU se-Embarkasi UPG-Makassar dari 8 provinsi, serta Kepala UPT Asrama Haji Makassar.
Turut hadir dalam rapat tersebut Kakanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid, Kakanwil Sulawesi Barat H. Adnan Nota, Plt. Kakanwil Kemenag Gorontalo H. Mansur Basir, serta Kabag TU H. Aminuddin bersama para ketua Tim Bidang PHU di lingkup Kanwil Kemenag Sulsel.
Menurut Ali Yafid, rapat koordinasi yang diinisiasi oleh Kabid PHU H. Ikbal Ismail ini merupakan langkah cerdas untuk mengantisipasi berbagai masalah teknis, di mana penyusunan kloter menjadi dasar dalam pengurusan visa.
Baca Juga : Sambut Kepulangan 385 Jemaah Haji, Wabup Gowa Harapkan Jadi Teladan di Tengah Masyarakat
“Saya mengapresiasi inisiatif Kabid PHU, karena hingga saat ini, Dirjen PHU Kemenag RI belum mengundang kami untuk penyusunan kloter. Sementara itu, pada tanggal 18 nanti, pusat akan menerima pengajuan penyusunan visa. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita semua untuk mempercepat pembagian kloter untuk embarkasi Makassar,” ujar Ali Yafid di ruang kerjanya, Jumat, 14 Februari 2025.
Ali Yafid juga menambahkan bahwa pada musim haji tahun ini, jemaah haji Embarkasi Makassar akan diterbangkan menggunakan pesawat Boeing 777 dengan kapasitas 393 kursi per pesawat.
“Dengan Boeing 777 ini, berarti jemaah haji Embarkasi Makassar akan diberangkatkan dalam 41 kloter, di mana 40 kloter merupakan kloter utuh dan 1 kloter adalah gabungan dari embarkasi lain,” tambahnya.
Baca Juga : Munafri Resmikan Kelenteng Ji Li Gong, Dorong Toleransi dan Pembinaan Karakter Generasi Muda di Makassar
Ali Yafid berharap, dengan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang baik dari seluruh provinsi yang tergabung dalam embarkasi Makassar, pelaksanaan haji tahun ini dapat lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Kabid PHU, H. Ikbal Ismail. Ia menjelaskan bahwa penyusunan kloter ini tidak hanya untuk mengantisipasi pengajuan visa pada 18 Februari, tetapi juga untuk mengakomodasi saran dan masukan dari para Kabid PHU di 8 provinsi mengenai pembagian kloter.
“Kami telah menyusun konsep penyusunan kloter untuk dibahas bersama. Silakan teman-teman dari provinsi lain memilih lebih dulu. Namun, perlu diperhatikan kesanggupan layanan akomodasi di Asrama Haji, termasuk jemaah transit dari embarkasi antar provinsi seperti Gorontalo dan Maluku,” ujarnya.
Baca Juga : PPIH Embarkasi Makassar Dikukuhkan, Siap Layani 16.750 Jemaah Haji Indonesia Timur dengan Layanan Humanis
Penyusunan kloter ini berlangsung cukup alot, terutama terkait dengan keinginan beberapa provinsi untuk diberangkatkan pada gelombang kedua, seperti Papua, Papua Barat, dan Sulawesi Tenggara, dengan pertimbangan efisiensi anggaran dan waktu.
Setelah rapat yang berlangsung lebih dari 2 jam, akhirnya penyusunan kloter disepakati, dan hasilnya akan segera dibawa ke Jakarta untuk dibahas lebih lanjut di Ditjen PHU Kemenag RI.
Diketahui, 8 provinsi yang tergabung dalam Embarkasi Makassar adalah Sulawesi Selatan dengan 7.272 jemaah, Sulawesi Barat 1.453 jemaah, Sulawesi Tenggara 2.019 jemaah, Gorontalo 978 jemaah, Maluku 1.086 jemaah, Maluku Utara 1.076 jemaah, Papua 1.076 jemaah, dan Papua Barat 723 jemaah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News