Wamen Diktisaintek Jadi Penguji Disertasi Dosen Unismuh di UNM
Penelitian tentang pembelajaran berbasis budaya lokal sangat efektif dalam menanamkan karakter Pancasila, seperti gotong royong, akhlak mulia, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Momentum bersejarah tercipta di Universitas Negeri Makassar (UNM) ketika Arie Martuty, S.Si., M.Pd., dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, resmi meraih gelar doktor. Ia sukses mempertahankan disertasinya dalam sidang ujian promosi doktor bidang Ilmu Pendidikan, yang berlangsung di Ruang AD Lantai 5 Program Pascasarjana UNM, Jumat, 28 Februari 2025.
Arie Martuty meneliti pengembangan Model Experiential Learning berbasis budaya lokal untuk membentuk karakter Pancasila pada anak usia dini. Sidang ini dipimpin langsung oleh Rektor UNM, Prof. Dr. Karta Jayadi, M.Sn., dengan menghadirkan tim penguji terkemuka, termasuk Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bidang Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., yang hadir sebagai penguji eksternal melalui Zoom dari Bali.
Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Buka Makassar Wedding Showcase 2025, Ajak Generasi Muda Cinta Budaya Lokal
Dalam paparannya, Arie menyoroti tantangan pendidikan karakter di era digital, di mana nilai-nilai luhur bangsa mulai tergerus oleh globalisasi. Ia menegaskan bahwa budaya lokal memiliki kekuatan besar dalam menanamkan karakter Pancasila kepada anak-anak.
“Pendekatan Experiential Learning memungkinkan anak memahami nilai-nilai kebangsaan secara langsung melalui pengalaman nyata. Ini bukan sekadar teori, melainkan pembelajaran yang hidup dan berakar pada budaya kita sendiri,” ungkap Arie.
Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Studi ini dilakukan di beberapa taman kanak-kanak di Makassar, Maros, dan Gowa, dengan melibatkan anak usia 5-6 tahun serta tenaga pendidik.
Baca Juga : Kado HUT ke-418: Pemkot Makassar Launching Kurikulum Muatan Lokal di tingkat SD
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis budaya lokal sangat efektif dalam menanamkan karakter Pancasila, seperti gotong royong, akhlak mulia, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya.
Tanggapan Wamen Diktisaintek dan Para Penguji
Prof. Fauzan dalam tanggapannya menegaskan bahwa gelar doktor bukan hanya pencapaian akademik, tetapi juga tanggung jawab besar dalam memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan.
Baca Juga : Munafri Apresiasi Rock in Celebes Dukung Ekosistem Musik dan Budaya Lokal
“Model yang dikembangkan dalam penelitian ini berpotensi menjadi rujukan dalam kebijakan pendidikan nasional, terutama dalam penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal,” ujarnya.
Ia juga menantang Arie untuk terus mengembangkan model ini agar lebih aplikatif di berbagai konteks pendidikan.
Selain itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Irwan Akib, yang turut hadir, mengapresiasi konsep pendidikan karakter berbasis budaya lokal yang dikembangkan Arie. Ia menilai bahwa pendekatan ini sejalan dengan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan bisa menjadi solusi strategis dalam menghadapi tantangan globalisasi.
Baca Juga : Mantan Media Officer PSM Raih Gelar Doktor, Teliti Manajemen Komunikasi Sepak Bola Indonesia
“Pendidikan karakter berbasis Pancasila sudah sering dibahas, tapi mengintegrasikannya dengan budaya lokal melalui Experiential Learning adalah sesuatu yang inovatif dan kontekstual. Ini sangat relevan dengan kondisi saat ini,” tutur Irwan Akib.
Apresiasi dan Kebahagiaan Keluarga
Setelah melewati sesi tanya jawab yang ketat, Arie dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Kebahagiaan pun semakin lengkap dengan kehadiran suaminya, Erwin Akib, Ph.D., yang juga merupakan Dekan FKIP Unismuh. Pada hari yang sama, Erwin mengakhiri masa jabatannya sebagai dekan, sekaligus menandai pencapaian 120 dosen FKIP Unismuh yang telah meraih gelar doktor.
Baca Juga : Dekranasda Lutim Siap Gelar Rakerda 2025, Fokus Kembangkan Batik Lokal dan Ekonomi Kreatif
Acara ini turut dihadiri oleh keluarga besar Arie, kolega dari Unismuh, serta tamu undangan lainnya. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis budaya lokal bukan hanya sebuah konsep, tetapi juga solusi nyata dalam membangun karakter generasi penerus bangsa. Harapannya, hasil penelitian ini dapat menjadi inspirasi bagi kebijakan pendidikan ke depan dan memperkuat identitas bangsa melalui pendidikan karakter sejak usia dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News