Cerita Mahasiswa Makassar Bertahan Puasa di Rantau

Fendi, Yudhoyono Basri dan Uki sahur bareng. @Jejakfakta/Istimewa

Merantau saat puasa memang penuh tantangan, tapi justru di situlah kita belajar mandiri sambil merawat rindu pada kampung halaman.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Bagi mahasiswa perantau, sahur tanpa keluarga saat Ramadan bisa menjadi momen yang menyesakkan. Namun, di sisi lain, hal ini juga bisa menjadi pengalaman berharga dalam hidup, terutama dalam hal kemandirian.

Rasa rindu pada kampung halaman saat Ramadan tentu tidak terelakkan. Aktivitas sehari-hari dan orang-orang yang ditemui sebelumnya tidak lagi sama.

Meski demikian, menjalani puasa di perantauan juga bisa menjadi ajang pembelajaran hidup. Mahasiswa dapat belajar mengatur diri sendiri, bersabar, dan tetap tabah menyelesaikan berbagai aktivitasnya.

Baca Juga : Buka Puasa Bersama Polrestabes, Wali Kota Makassar Soroti Aksi Remaja “Tembak-tembakan” Senjata Mainan di Jalan

Seperti yang dialami Yudhoyono Basri, seorang mahasiswa rantau yang tengah menempuh pendidikan di salah satu kampus ternama di Kota Makassar. Ia mengaku selalu merindukan kampung halamannya setiap kali Ramadan tiba.

"Tentu rindu dengan suasana kampung, apalagi masakan orang tua di rumah," ujar pria kelahiran Polewali Mandar ini.

Namun, Yudhoyono juga merasakan pengalaman berharga selama Ramadan di perantauan. Selain belajar mandiri, ia juga harus membagi waktu untuk aktivitas organisasi kemahasiswaan yang diikutinya.

Baca Juga : Safari Subuh Ramadan, Munafri Perkuat Silaturahmi Pemkot Makassar dengan Warga Ujung Pandang

"Masih kuliah juga, harus mengurus organisasi. Ya, dijalani saja, mudah-mudahan ada hikmahnya," ujarnya.

Berbeda dengan Yudhoyono, Uki, seorang mahasiswa pascasarjana di Makassar, mengaku sudah terbiasa menjalani Ramadan jauh dari kampung halaman.

"Rindu kampung halaman saat Ramadan itu pasti ada, tetapi setelah beberapa kali menjalani puasa di kota, rasanya sudah biasa. Dulu, saat awal-awal merantau, rasanya memang berat," ujar pria asal Maluku tersebut.

Baca Juga : Lantunan Al-Qur’an Menggema di Masjid Babul Khaer, Peringatan Nuzulul Qur’an Berlangsung Khidmat

Senada dengan Uki, Fendi, seorang mahasiswa asal Kabupaten Enrekang, juga mengaku sudah terbiasa menjalani puasa di perantauan.

"Sudah terbiasa, toh," ujarnya singkat tanpa ekspresi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru