Ngabuburit Berfaedah: Diskusi Filosofi Badik dan Keris di Benteng Somba Opu

Pemerhati pusaka dari Lembaga Benteng Bassia diksusi makna filosofis di balik pusaka tradisional, seperti badik dan keris, di Benteng Somba Opu, Kecamatan Somba Opu, Gowa, pada Minggu (9/3/2025). @Jejakfakta/Istimewa

Pusaka dapat menjadi sarana introspeksi diri dan simbol identitas budaya yang harus dilestarikan.

Jejakfakta.com, GOWA – Beragam kegiatan dilakukan masyarakat saat ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa. Salah satunya adalah berdiskusi mengenai budaya dan sejarah.

Seperti yang dilakukan oleh para pemerhati pusaka dari Lembaga Benteng Bassia di Benteng Somba Opu, Kecamatan Somba Opu, Gowa, pada Minggu (9/3/2025). Mereka mengadakan diskusi mengenai makna filosofis di balik pusaka tradisional, seperti badik dan keris, termasuk sarung, gagang, rancang bangun, pamor, hingga sejarahnya.

Karim Mappalewa, yang memandu diskusi tersebut, menjelaskan bahwa penciptaan pusaka seperti keris dan badik, khususnya di Sulawesi Selatan dan sekitarnya, bersumber dari lontara dan pappasang (tutur atau petuah).

"Diskusi mengenai pusaka akan lebih bermakna jika kita memahami filosofi serta tujuan pembuatannya," ujar pendiri Lembaga Benteng Bassia tersebut.

Lebih lanjut, Karim menyebutkan bahwa wajar jika banyak masyarakat membawa pusaka ini dalam kehidupan sehari-hari, karena memiliki tujuan tertentu, seperti untuk berdagang atau merantau mencari peruntungan.

"Pusaka ini dapat menjadi sarana introspeksi diri dengan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti kesejahteraan, ketenteraman, dan kedamaian," terangnya.

Ia juga mengoreksi anggapan bahwa keris atau badik hanya sekadar senjata tajam yang digunakan untuk melukai orang lain.

"Inilah salah satu tujuan diskusi ini, yaitu meluruskan pemahaman agar pusaka tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang merugikan," ungkapnya.

Dengan memahami nilai filosofisnya, Karim berharap pusaka dapat menjadi sarana introspeksi diri dan simbol identitas budaya yang harus dilestarikan.

"Pusaka ini bukan sekadar benda, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang harus kita jaga," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru