Munafri Arifuddin Tekankan Kolaborasi dengan PKK Harus Berbasis Data untuk Pembangunan Makassar

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri acara serah terima jabatan (Sertijab) Ketua TP PKK Kota Makassar dari Indira Yusuf Ismail kepada Melinda Aksa, di Balai Kota Makassar, Selasa (11/03/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Munafri juga menegaskan bahwa tanpa dukungan data yang akurat, efektivitas kerja sama antara pemerintah dan PKK dapat dipertanyakan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dalam menjalankan program-program strategis, terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, peran PKK sangat krusial sebagai mitra pemerintah dalam mendukung berbagai kebijakan, termasuk upaya penurunan angka stunting.

Hal itu disampaikan Munafri usai menghadiri acara serah terima jabatan (Sertijab) Ketua TP PKK Kota Makassar dari Ketua TP PKK Kota Makassar masa bakti 2014-2019 dan 2021-2025 Indira Yusuf Ismail kepada Ketua TP PKK Kota Makassar masa bakti 2025-2030 Melinda Aksa, di Balai Kota Makassar, Selasa (11/03/2025).

Baca Juga : Makassar Pecah Dominasi Jawa! Kota Makassar Jadi Satu-satunya dari Luar Jawa Raih Penghargaan Nasional Hari Otda 2026

Munafri mengungkapkan bahwa pemerintah kota tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani isu-isu sosial seperti peningkatan kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

Oleh karena itu, PKK hadir sebagai pihak yang lebih dekat dengan masyarakat dan mampu memberikan dukungan dalam pelaksanaan program-program tersebut.

"Mereka yang akan lebih dekat, kami mensupport segala macam apa yang menjadi kebutuhannya, tapi selalu saya bilang, bekerjanya pakai data," ujar Munafri.

Baca Juga : Pesan Damai Munafri di Paskah KPI, Makassar Maju Jika Bersatu Tanpa Sekat Perbedaan

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri acara serah terima jabatan (Sertijab) Ketua TP PKK Kota Makassar dari Indira Yusuf Ismail kepada Melinda Aksa, di Balai Kota Makassar, Selasa (11/03/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Dia menekankan bahwa setiap program harus berbasis data agar efektivitasnya dapat diukur secara jelas. Pendekatan ini memungkinkan pemerintah dan PKK untuk memahami kondisi riil di lapangan, termasuk jumlah kasus stunting di suatu daerah serta langkah-langkah yang harus diambil untuk menanggulanginya.

"Misal, di daerah A, berapa banyak stuntingnya? Mana orangnya? Apa yang harus dilakukan? Apa yang harus diberikan? Bagaimana cara penanggulannya? harus sesuai," lanjutnya.

Baca Juga : Ketua KORMI Makassar Tancap Gas: Siapkan Event Massal di 15 Kecamatan, Bidik Prestasi FORNAS 2027

Munafri juga menegaskan bahwa tanpa dukungan data yang akurat, efektivitas kerja sama antara pemerintah dan PKK dapat dipertanyakan.

Jika program telah dijalankan namun tidak menunjukkan hasil yang signifikan, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap mekanisme kerja sama dan pemberian kewenangan kepada PKK.

"Kalau kita lakukan itu baru (stunting) tidak turun, berarti ada yang salah dengan kerja sama ini. Ada yang salah dengan proses pemberian kewenangan atau proses kolaborasi dengan PKK," jelasnya.

Baca Juga : Munafri Siapkan May Day Fest 2026 di Karebosi, Pemkot Makassar Fokus Keamanan dan Kelancaran

Lebih lanjut, dia memastikan bahwa Pemerintah Kota Makassar akan terus memberikan dukungan penuh kepada PKK, termasuk dalam hal pendanaan.

Namun, ia menegaskan bahwa anggaran yang diberikan harus digunakan secara akuntabel dan berbasis data yang jelas.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Erwin Ijarta
Berita Terbaru