Diskop Makassar Ajak UMKM Memanfaatkan Digitalisasi untuk Meningkatkan Penjualan
Di Kota Makassar ada sebanyak 2.828 UMKM sudah mengikuti pra inkubasi. Dari jumlah itu, UMKM yang sudah diinkubasi sebanyak 706 dan yang ikut tahapan akselerasi yaitu 143.
Jejakfakta.com, MAKASSAR - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kota Makassar mendorong para pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan dengan cara memanfaatkan digitalisasi.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (Diskop), Kota Makassar, Muhammad Rheza menjelaskan bahwa para pelaku UMKM telah mendapatkan pelatihan lewat program inkubator.
"Melalui inkubator UMKM, kami (Diskop Makassar) membina melatih UMKM bagaimana merk bisa bermedsos, pemasaran produk melalui digital marketing, bergabung dengan E-Commerce," jelasnya kepada wartawan di Makassar, Senin (3/2/2025).
"Bahkan kami membantu UMKM untuk fotokan produk mereka untuk bahan marketing penjualan mereka melalui medsos masing-masing, serta mendesainkan flayer-flayer iklan yang nanti sisa mereka share," imbuhnya.
Rheza mengatakan bahwa di Kota Makassar ada sebanyak 2.828 UMKM sudah mengikuti pra inkubasi. Dari jumlah itu, UMKM yang sudah diinkubasi sebanyak 706 dan yang ikut tahapan akselerasi yaitu 143.
Ia membeberkan, para pelaku UMKM harus bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini. Di mana era digital dan penjualan online baik mealui medsos atau E-Commerce semakin merajai dan menguasai pasar/konsumen.
Baca Juga : Hari Otda ke-30 di Makassar, Sekda Tegaskan Sinergi Pusat-Daerah Jadi Kunci Wujudkan Asta Cita
"Tetap bisa berjualan secara offline tapi sebaiknya juga bisa berjualan secara online atau memanfaatkn medsos/E-Commerce. Mereka sudah selayaknya tidak lagi bertahan dengan berualan offline meski masih banyak konsumen yang memang masih suka belanja langsung," kata Rheza saat dihubungi.
"Kemudian yakni penjualan mereka bisa secara online dan offline di toko mereka masing-masing, sebaiknya jalan bersamaan," sambungnya.
Rheza pun menuturkan, terkait harga penjualan harus bisa kompetitif antara harga offline dengan harga online yang ditunjang promo- promo dan kemudahan-kemudahan berbelanja bagi calon konsumen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News