Tim SAR Kembali Temukan Satu Korban Tanah Longsor di Maros
Satu korban yang ditemukan atas nama Daeng Rimang (80) dalam kondisi meninggal dunia.
Jejakfakta.com, Maros - Hari ketiga operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Dusun Moncong Jai, Desa Rompegading, Kecamatan Cendrana, Kabupaten Maros, Selasa (27/12/2022). Tim SAR gabungan kembali menemukan satu orang dari enam korban.
"Untuk hari ini, pukul 12.50 WITA, satu korban ditemukan lima meter dari lokasi sungai. Dan tim SAR mengevakuasi ke Puskesmas Cendrana Maros," kata Kepala Basarnas Sulsel Djunaidi, Jumat (30/12/2022).
Satu korban yang ditemukan atas nama Daeng Rimang (80) dalam kondisi meninggal dunia.
Baca Juga : Air Bah Sungai Kalimborang Terjang Maros, Dua Wisatawan Hilang Terseret Arus
Jenazah korban langsung dievakuasi Tim SAR gabungan ke Puskesmas terdekat untuk diambil pihak keluarga guna proses pemakaman.
Jasad korban ditemukan berada di pinggir sungai dan sebagian tubuhnya tertutup tanah lumpur dan beberapa bagian tubuh terhimpit potongan batang kayu.
Saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan proses pencarian empat korban lainnya di sekitar lokasi bencana tanah longsor.
Baca Juga : Basarnas Makassar Gelar Operasi SAR Nelayan Hilang di Perairan Pelabuhan New Port Pelindo
"Semoga empat korban lagi bisa segera ditemukan hari ini. Atas kekompakan dan kebersamaan tim pencari kita sangat butuhkan dalam operasi ini," tutur Djunaidi.
Saat ini tim SAR gabungan, Brimob, TNI Basarnas Sulsel, Tagana, BPBD, Damkar Makassar masih terus melakukan pencarian korban lainnya.
Rencana, tim SAR gabungan akan menyelam ke dalam sungai setempat untuk mencari korban lainnya.
Baca Juga : Operasi SAR Lansia Hilang di Selayar Ditutup Setelah Tujuh Hari, Pencarian Maksimal Berakhir Nihil
Musibah tanah longsor tersebut terjadi pada Selasa (27/12/2022) di Dusun Moncong Jai, Desa Rompegading Kecamatan Cendrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Tiga unit rumah terdampak serta, akses jalan raya menghubungkan dari Kota Maros ke Kabupaten Bone terputus, karena tertimbun material tanah longsoran.
Berdasarkan data korban usai kejadian itu dilaporkan sebanyak enam orang, masing-masing empat perempuan atas nama Dilla (16), Emi (47), Rimang (80) Adel (12) dan dua laki-laki atas nama Ilham (48) dan Cellung (2).
Baca Juga : Pengecekan Kokpit Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
Dua korban telah ditemukan, yakni Ilham (48) pada hari Rabu (27/12) dan Daeng Rimang pada hari ini, Jumat (30/12) pukul 12.00 WITA. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News