Pasien Kelainan asal Gowa Diterlantarkan, Ini Tindakan Pemerintah

Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi. @Jejakfakta/Istimewa

Wanita paruh baya warga Borong Karamasa, Desa Toddotoa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa yang mengidap penyakit seperti kelainan kulit di sekujur tubuhnya.

Jejakfakta.com, MAKASSAR - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Wagub Sulsel) Fatmawati Rusdi merespons informasi salah seorang pasien asal Kabupaten Gowa yang mengalami sakit dan membutuhkan perawatan medis.

Fatmawati mengaku telah mengirim tim untuk memeriksa kondisi warga asal Kabupaten Gowa yang sakit parah sekaligus memberikan bantuan.

"Kemarin tim saya sudah mengecek langsung ke tempat sana dan membawa bantuan," kata Fatmawati dalam keterangannya di Makassar, Jumat (4/4/2025).

Baca Juga : Hari Otonomi Daerah ke-30, Wabup Gowa Tekankan Sinergi Pusat-Daerah Demi Pemerataan Pembangunan

Fatmawati juga telah berkoordinasi dengan Bupati Gowa Husniah Talenrang untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warganya yang viral di media sosial akibat tidak mendapatkan pertolongan medis itu.

"Saya juga sudah menelepon Ibu Bupati (Husniah Talenrang) langsung. Infonya, orang tersebut adalah penerima PKH (Program Keluarga Harapan). Dinsos dan Dinkes sudah turun (melakukan evakuasi)," tambahnya.

Sebelumnya, viral di media sosial seorang wanita paruh baya warga Borong Karamasa, Desa Toddotoa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa yang mengidap penyakit seperti kelainan kulit di sekujur tubuhnya.

Baca Juga : Maksimalkan Pelayanan Kesehatan, Bupati Irwan Kumpulkan Kepala Puskesmas se-Luwu Timur

Ia meringis kesakitan dan hanya bisa terbaring di atas kasur di dalam kamarnya mengenakan daster. Kulit tubuhnya terlihat keriput hingga ke wajahnya.

Informasi ini diunggah oleh dua akun media sosial @takalarinfo dan @gowainformasi yang menuliskan keterangan bahwa korban menderita sakit di rumahnya hanya bersama ibunya yang juga sedang sakit parah.

"Miris, warga Gowa yang sakit keras ditelantarkan tidak dapat bantuan sedikit pun dari Dinsos Gowa. Ada apa?" tulis admin dalam unggahannya.

Baca Juga : Peringati Hari Kartini, Disperpusip Gowa Gelar Lomba Menulis Surat untuk Ibu Bupati

Admin juga menulis dugaan bahwa kepala desa dan ketua RT tidak memberikan perhatian dan pelayanan kepada warganya yang sedang sakit parah.

Tidak hanya itu, korban dikabarkan tinggal berdua dengan ibunya yang juga sedang sakit parah. Dalam video berdurasi lebih dari satu menit tersebut, tidak terlihat adanya petugas kesehatan yang memeriksa korban.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru