Menag Apresiasi Kemajuan Pesantren As’adiyah Macanang
Menag memperkenalkan lanjutan konsep trilogi kerukunan, yang mencakup hubungan harmonis antara manusia, alam semesta, dan Tuhan.
Jejakfakta.com, WAJO – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengapresiasi pesatnya perkembangan Pondok Pesantren As’adiyah Macanang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Hal tersebut disampaikan Menag saat menghadiri acara Halal Bihalal keluarga besar Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Minggu (6/4/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Menag didampingi oleh Hj. Helmi Halimatul Udhma selaku Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kemenag RI, Staf Khusus/Tenaga Ahli Menag Dr. H. Bunyamin M. Yafid, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan H. Aly Yafid, serta Bupati Wajo H. Andi Rosman. Turut hadir pula Direktur PD Pontren H. Basnang Said, sejumlah Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota, dan para tamu kehormatan lainnya.
Baca Juga : MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 Resmi Ditutup, Wali Kota Makassar Dampingi Menag Nasaruddin Umar
Dalam sambutannya, Menag menyampaikan kekaguman terhadap kemajuan fisik dan nonfisik pesantren, termasuk pembangunan gedung bertingkat dan masjid megah di lingkungan ponpes tersebut.
“Bahkan sebelum saya menjabat sebagai Menteri Agama, Pondok Pesantren ini sudah menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Semoga ke depan kita bisa terus berbuat lebih banyak lagi,” ujarnya.
Menag juga menyinggung kekayaan budaya dan keragaman bangsa Indonesia sebagai anugerah besar yang harus disyukuri. Ia menegaskan bahwa meski Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau dan 350 bahasa lokal, namun keharmonisan antarumat tetap terjaga.
Baca Juga : Hadiri Pembukaan MTQ VIII KORPRI Nasional, Bupati Irwan Dorong ASN Perkuat Nilai Keagamaan
“Indonesia satu-satunya negara yang begitu luas dengan keberagaman yang luar biasa, tetapi tetap hidup damai. Ini adalah nikmat besar yang patut kita syukuri,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menag memperkenalkan lanjutan konsep trilogi kerukunan, yang mencakup hubungan harmonis antara manusia, alam semesta, dan Tuhan. Ia menjelaskan bahwa manusia sebagai makhluk ciptaan Allah wajib menaati dua jenis hukum: hukum takwini (hukum alam) dan hukum tasyri’i (hukum syariat).
“Semua ciptaan Allah tunduk pada hukum alam. Namun, manusia juga wajib menaati hukum syariat. Inilah yang menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi,” jelasnya.
Baca Juga : MTQ VIII KORPRI Nasional Resmi Dibuka Menag RI di Makassar
Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah, Dr. H. Bunyamin M. Yafid, yang juga menjabat sebagai Staf Khusus/Tenaga Ahli Menag RI, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara.
“Saya berterima kasih kepada para guru, santri, mahasantri, alumni, dan para orang tua santri yang telah menyukseskan acara ini. Untuk skala pondok pesantren, acara ini luar biasa, apalagi dihadiri oleh Sulis dan sejumlah tokoh penting dari ibu kota. Ini adalah berkah dari kehadiran Anregurutta Ketua Umum Pondok Pesantren As’adiyah,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Wajo dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas dukungan dan perhatian dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News