Bulog Sulselbar Punya Stok Beras 82 Ton Beras Hingga Awal 2023
"Stok beras yang ada di Gudang Bulog di Wilayah Sulselbar saat ini adalah sebanyak 82.627 ton, sehingga untuk kebutuhan selama Natal dan Tahun Baru, kami pastikan stok beras sangat mencukupi," kata Bakhtiar AS.
Jejakfakta.com, Makassar - Pemimpin Perum BULOG Kanwil Sulselbar, Bakhtiar AS memastikan stok beras aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat pada saat Natal dan jelang Tahun Baru 2023.
Bakhtiar mengatakan pada Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN), kebutuhan komoditi pangan masyarakat diprediksi akan meningkat. Namun Perum BULOG telah melakukan antisipasi dengan memaksimalkan penyerapan beras sepanjang tahun 2022 sehingga stok yang tersimpan di Gudang-gudang BULOG dipastikan sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Stok beras yang ada di Gudang Bulog di Wilayah Sulselbar saat ini adalah sebanyak 82.627 ton, sehingga untuk kebutuhan selama Natal dan Tahun Baru, kami pastikan stok beras sangat mencukupi," kata Bakhtiar AS, melalui siaran pers yang diterima Jejakfakta.com, Jumat (30/12/2022).
Baca Juga : Sinergi Pemkot Makassar–ATR/BPN–KPK, Munafri Dorong Reformasi Pertanahan Bersih dan Transparan
Sedangkan untuk komoditi pangan lainnya, Kata Bakhtiar, Perum BULOG Kanwil Sulselbar memiliki stok gula pasir 390 ton, stok minyak goreng 596.610 liter, stok tepung terigu 29 ton.
Untuk penyalurannya kepada masyarakat, dapat melalui program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) atau Operasi Pasar yang telah dilakukan sepanjang tahun sekaligus sebagai upaya mempertahankan stabilitas harga pangan.
Dalam pelaksanaan KPSH ini, BULOG melibatkan banyak pihak dengan menggunakan jaringan distribusi antara lain Rumah Pangan Kita (RPK), Toko Pangan Kita, mitra BULOG, BUMN Pangan, dan Kanvasing oleh Satgas BULOG dengan prioritas di pasar tradisional.
Baca Juga : Optimalisasi Aset Tanah, Gowa Bidik Lonjakan PAD dan Kepastian Investasi
Di wilayah Makassar, KPSH berlangsung setiap hari di 5 (lima) pasar tradisional yaitu Pasar Daya, Pasar Pabaeng-baeng, Pasar Pannampu, Pasar Terong, dan Pasar Bulubulu (Maros). KPSH juga dilaksanakan di 22 titik pasar tradisional di seluruh wilayah Sulsel dan Sulbar.
Selain itu, Perum BULOG Sulselbar juga melaksanakan pasar murah baik secara mandiri maupun dengan bekerja sama dengan pemerintah maupun swasta di seluruh wilayah Sulselbar sejak awal bulan Desember.
Bulog Sulselbar juga selalu siap memenuhi permintaan komoditi dari berbagai instansi lainnya untuk pelaksanaan pasar murah, bazar, maupun operasi pasar.
Baca Juga : HUT ke-27 Luwu Utara, Bupati Irwan Dorong Sinergi Antarwilayah untuk Percepat Kemajuan Luwu Raya
Backtiar mengatakan langkah tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi kelangkaan kebutuhan pokok dan lonjakan harga agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang terjangkau khususnya pada momen Natal dan Tahun Baru.
“Dengan demikian diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan stock dalam menghadapi kedua momen tersebut”, kata Bakhtiar AS. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News