BI & Pemkot Makassar Gaet Tiga Organisasi Perempuan, Dorong Kemandirian Finansial
Pentingnya memahami bahaya keuangan digital seperti Judi Online (Judol), dan Pinjaman Online Ilegal (Pinjol).
Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), serta Pokja Bunda PAUD mengikuti sosialisasi literasi digital yang digelar Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Makassar.
Sosialisasi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April. Sosialisasi yang bertajuk "Perempuan Cerdas, Finansial Tuntas: Semangat Kartini dalam Mewujudkan Kemandirian Finansial," ini dilaksanakan di Kantor Perwakilan BI Makassar, Senin (21/4/2025).
Turut hadir dalam acara ini, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi dan Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa.
Baca Juga : Ketua Dekranasda Makassar Dorong Kerajinan Lokal Jadi Identitas dan Penggerak Ekonomi
Melinda Aksa dalam sambutannya, menekankan pentingnya literasi digital bagi perempuan, mengingat peran strategis mereka dalam mengelola ekonomi keluarga.
“Perempuan adalah motor penggerak ekonomi keluarga. Jika mereka cakap secara digital dan finansial, maka ekonomi lokal pun akan semakin kuat dan berdaya saing,” ujarnya.
Melinda menilai sosialisasi ini menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan kapasitas perempuan Makassar, agar lebih siap dan mandiri dalam mengelola keuangan rumah tangga dengan pendekatan yang modern dan berbasis teknologi.
Baca Juga : Rakerda Bunda PAUD Makassar 2026: Perkuat Sinergi, Lahirkan Inovasi Layanan Anak Usia Dini
“Dengan semangat Kartini, mari kita jadikan perempuan Makassar sebagai pelopor kemandirian finansial, yang cerdas secara digital dan tangguh secara ekonomi,” ucapnya.
Melinda berharap melalui kegiatan ini, para pengurus TP PKK, Dekranasda, dan Pokja Bunda PAUD Kota Makassar dapat menjadi agen literasi digital dan keuangan di lingkungan masing-masing, sekaligus menjadi contoh nyata pemberdayaan perempuan di era digital.
"Dengan semangat kolaboratif dan dukungan semua pihak, literasi digital dan keuangan di kalangan perempuan Makassar diharapkan terus meningkat, demi terwujudnya keluarga yang mandiri secara ekonomi dan siap menghadapi tantangan masa depan," jelasnya.
Baca Juga : Melinda Aksa Buka Rakerda TP PKK Makassar 2026, Dorong Peran Kader Lewat Inovasi
Dalam kegiatan ini, Rizky Shantika Putri selaku Manajer Bank Indonesia Cabang Provinsi Sulsel menyampaikan sejumlah materi menarik.
Mulai dari penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital yang cepat, mudah, dan aman. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan program PeKA (Pemberdayaan Ekonomi Keluarga) serta kampanye CBP Rupiah (Cinta, Bangga, Paham Rupiah).
“Kami berharap perempuan dapat semakin aktif memanfaatkan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam hal keuangan. Berbagai program ini dirancang untuk mendukung, dan membangun kemandirian ekonomi keluarga,” ungkapnya
Baca Juga : Rakerda TP PKK Kota Makassar 2026, Melinda Aksa Tegaskan Komitmen Jalankan Program Prioritas
Rizky juga menyampaikan pentingnya memahami bahaya keuangan digital seperti Judi Online (Judol), Pinjaman Online Ilegal (Pinjol), serta berbagai bentuk penipuan digital yang marak terjadi. Ia membekali peserta dengan cara-cara menghindari dan mengatasi risiko tersebut.
Tak hanya dari Bank Indonesia, materi lainnya juga dibawakan oleh perwakilan dari Bank Mandiri yang membahas strategi pengelolaan keuangan rumah tangga serta mengenal produk-produk investasi.
Salah seorang peserta, Indira Purnamasari, Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar, menyampaikan kesan dan harapannya usai mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku mendapatkan banyak wawasan baru yang membuatnya semakin tertarik untuk mendalami topik investasi keuangan.
Baca Juga : Munafri Dorong PKK Jadi “Kawah Candradimuka”, Cetak Kader Tangguh dan Keluarga Berkualitas
"Setelah mengikuti acara tadi, saya merasa lebih yakin untuk belajar lebih dalam lagi mengenai investasi keuangan dengan tujuan mencapai kemandirian finansial keluarga. Harapan saya acara tersebut lebih sering dilakukan dan rutin, sehingga ibu-ibu menjadi lebih paham lagi mengenai investasi keuangan," ujarnya.
Pada kesempatan ini juga, Melinda Aksa dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyerahkan bingkisan menarik kepada sejumlah peserta sebagai bentuk apresiasi.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News