Dinas Koperasi Makassar Dorong UMKM Tampil di APEKSI, Perkuat Sinergi Budaya dan Inovasi
Produk UMKM Makassar sungguh luar biasa. Ini bukti bahwa semangat wirausaha dan kreativitas tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Jejakfakta.com, SURABAYA – Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar terus mendorong pelaku usaha kecil dan menengah agar tampil percaya diri di kancah nasional. Hal itu terlihat dari keikutsertaan aktif UMKM Makassar dalam Musyawarah Nasional (Munas) APEKSI 2025 yang digelar di Surabaya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Muhammad Rheza, turut mendampingi Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, saat mengunjungi booth Pemerintah Kota Makassar pada ajang bergengsi tersebut, Kamis (8/5/2025).
Rheza menyampaikan bahwa partisipasi UMKM Makassar dalam APEKSI bukan hanya sebagai ajang promosi, tetapi juga bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal dan pelestarian budaya.
Baca Juga : Pemkot Makassar Dorong UMKM Naik Kelas, Literasi Keuangan Kini Tak Sekadar Teori
“APEKSI menjadi momentum penting bagi UMKM kita untuk unjuk gigi. Kami ingin menunjukkan bahwa pelaku usaha di Makassar tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga tetap menjaga akar budayanya,” ujar Rheza.
Produk UMKM Makassar turut mendapat sorotan dalam pameran tersebut. Beragam karya kreatif mulai dari kuliner, kriya, hingga produk fashion lokal, dipamerkan dan mendapat apresiasi dari para pengunjung.
Baca Juga : Jamu Delegasi Rakernas II ASITA, Munafri-Aliyah Promosikan Kekuatan Wisata Makassar
“Ini menjadi pembuktian bahwa UMKM kita mampu naik kelas, tampil profesional, dan punya potensi besar untuk bersaing secara nasional,” tambah Rheza.
“Produk UMKM Makassar sungguh luar biasa. Ini bukti bahwa semangat wirausaha dan kreativitas tumbuh kuat di tengah masyarakat,” ujar Aliyah.
Baca Juga : Pemkot Makassar Matangkan IGS 2026, Targetkan Investasi Global dari 49 Negara
Keikutsertaan Kota Makassar dalam APEKSI 2025 menegaskan komitmen pemerintah kota, termasuk Dinas Koperasi dan UKM, dalam memperkuat sektor ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan dan berwawasan budaya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News