Kapten PSM Yuran Fernandes Dihukum 12 Bulan Usai Kritik Sepak Bola Indonesia
Sanksi terhadap Yuran Fernandes dianggap berlebihan dan mengekang kebebasan berpendapat.
Jejakfakta.com - MAKASSAR - Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas selama 12 bulan kepada Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes, menyusul pernyataannya yang dinilai merendahkan sepak bola Indonesia. Putusan tersebut diumumkan secara resmi oleh manajemen PSM melalui akun Instagram klub, Rabu (7/5/2025).
Berdasarkan Pasal 59 ayat 2 jo Pasal 141 Kode Disiplin PSSI 2013 Yuran dilarang berpartisipasi dalam segala aktivitas sepak bola di Indonesia selama setahun, terhitung sejak keputusan dikeluarkan.
"Pengulangan pelanggaran serupa akan berakibat pada hukuman yang lebih berat," tegas pernyataan resmi PSM.
Baca Juga : Dari Kalah Lawan Kotak Kosong hingga Jadi Wali Kota, Munafri Motivasi Mahasiswa FH Unhas Pantang Menyerah
Sanksi ini bermula dari unggahan Instagram Story Yuran usai PSM Makassar kalah 1-3 dari PSS Sleman, 3 Mei lalu. Dalam postingan yang kemudian dihapusnya, gelandang asal Portugal itu menulis:
"Sepak bola di Indonesia hanya candaan. Makanya level dan korupsinya akan tetap sama. Jika Anda ingin menghasilkan uang, Anda bisa datang ke Indonesia. Jika Anda ingin bermain sepak bola serius, menjauhlah dari Indonesia."
Yuran kemudian meminta maaf melalui unggahan berikutnya, menyatakan bahwa kritiknya hanya ditujukan untuk sepak bola domestik, bukan Indonesia sebagai negara.
Baca Juga : PSM Makassar Bangkit, Tekuk Persik Kediri 3-1 dan Dekati Zona Tengah Klasemen
"Ungkapan itu adalah luapan emosi setelah pertandingan penuh tekanan. Saya peduli pada perkembangan sepak bola Indonesia dan berharap PSSI serta LIB bisa membawa perubahan lebih baik," tulisnya.
Kekalahan PSM Makassar dari PSS Sleman memang diwarnai kontroversi wasit Nendi Rohaendi, termasuk:
- Pembatalan gol Yuran via VAR karena dianggap mendorong lawan, sementara pelanggaran serupa oleh pemain PSS diabaikan.
Baca Juga : Comeback Taktis di Babak Kedua, PSM Makassar Petik Kemenangan Dramatis
- Pengesahan gol PSS yang didahului pelanggaran.
- Protes keras pelatih Bernardo Tavares usai laga.
Sanksi terhadap Yuran memicu perdebatan di media sosial. Sebagian mendukung PSSI karena dianggap tegas menjaga etika, sementara lainnya mengkritik hukuman tersebut sebagai berlebihan dan mengekang kebebasan berpendapat.
Baca Juga : Dramatis di Bantul! Gol Menit 90+9 PSM Makassar Bungkam PSIM Yogyakarta 2-1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News