Keluarga Siswa SD yang Meninggal Misterius di Makassar Tempuh Autopsi, Diduga Korban Penganiayaan
Keluarga mencurigai kematian MRA karena dugaan kekerasan fisik.
Jejakfakta.com, MAKASSAR — Keluarga MRA (15), siswa kelas enam Sekolah Dasar (SD) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memutuskan untuk melakukan autopsi terhadap jenazah MRA di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Sabtu (31/5), guna memastikan penyebab kematiannya yang dinilai tidak wajar.
Autopsi dilakukan setelah korban sempat menjalani perawatan intensif selama satu hari di Rumah Sakit Faisal. Namun, nyawa MRA tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 30 Mei 2025, usai salat Ashar.
Pantauan JejakFakta di Rumah Sakit Bhayangkara sekitar pukul 15.30 Wita menunjukkan sejumlah anggota keluarga berkumpul, termasuk orang tua korban, menunggu proses autopsi.
"Diautopsi untuk mengetahui lebih jelas supaya tidak simpang siur, karena warga dan keluarga ingin tahu penyebabnya," ujar Ichal Jamaluddin (41), ayah korban.
Ichal mengaku keluarga mencurigai kematian MRA karena dugaan kekerasan fisik. Ia menyebut anaknya sempat mengeluh sakit kepala dan dada sebelum dirawat. “Kami sekeluarga berpikiran matinya anak ini tidak wajar,” katanya.
Dugaan kekerasan tersebut diperkuat oleh pengakuan keluarga yang menyebut MRA sempat bercerita bahwa dirinya dikeroyok sebelum akhirnya mengalami penurunan kondisi hingga koma.
Baca Juga : Kasus Penembakan Remaja 18 Tahun di Makassar, Iptu N Ditetapkan Tersangka
"Dia sempat curhat sebelum tidak sadarkan diri. Dia mengaku pernah dikeroyok," tutur Ichal.
Sebelumnya, Desma (45), tante korban, mengatakan bahwa insiden penganiayaan terjadi sekitar dua pekan lalu, tak lama setelah Hari Raya Idulfitri.
“Awalnya dia berkelahi dengan temannya, lalu katanya dikeroyok,” ungkap Desma. Ia menambahkan bahwa MRA sempat dirawat di RS Faisal, namun akhirnya meninggal dunia.
Baca Juga : Kuasa Hukum Rusman Lapor Dugaan Pelanggaran Etik Ketua DPRD Soppeng ke BK, Minta Pemberhentian
Kematian MRA memicu perhatian warga sekitar, terutama saat jenazah tiba di rumah duka di Jalan Maccini Gusung, Setapak 8, Kecamatan Makassar. Gang sempit menuju rumah korban tampak dipenuhi pelayat.
Pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polrestabes Makassar. Sejumlah personel kepolisian terlihat di rumah duka, namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News