Sepanjang 2022, BPS: Inflasi Makassar Sebesar 5,81 Persen
Kota Makassar juga menjadi salah satu dari 5 kota yang paling terdampak, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, terjadi inflasi sebesar 5,81 persen dengan IHK sebesar 114,19.
Jejakfakta.com, Makassar - Beberapa daerah di Sulawesi Selatan mengalami inflasi tahunan atau year on year (YoY) pada bulan Desember 2022. Ada 5 kota yang terdampak kenaikan inlfasi, yaitu Bulukumba, Watangpone, Makassar, Parepare, dan Palopo.
Data yag didapat Jejakfakta.com dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, dari seluruh Kabupaten/Kota yang terdampak, Parepare menjadi kota yang paling tertinggi mengalami inflasi tahunan atau year on year (YoY), yaitu 6,66 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 115,98.
Sedangkan inflasi year on year (YoY) terendah terjadi di Kabupaten Bulukumba, sebesar 4,12 persen
Baca Juga : Memeluk Ikrar Damai di Bawah Mandala: Gaya IAS dan Aliyah Merawat Masa Depan Remaja Makassar
dengan IHK sebesar 113,51.
Kota Makassar juga menjadi salah satu dari 5 kota yang paling terdampak, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, terjadi inflasi sebesar 5,81 persen dengan IHK sebesar 114,19.
Ada beberapa penyebab terjadinya inflasi di Kota Makassar yaitu karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, seperti: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,81 persen.
Baca Juga : Maman Abdurahman, NH hingga IAS Nyanyi Bareng Wali Band, Hibur Warga di Pesta Rakyat Golkar Makassar
Penyebab lain adalah kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,69 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,73 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 5,21 persen.
Kelompok kesehatan sebesar 3,56 persen, kelompok transportasi sebesar 17,42 persen. kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 3,23 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,06 persen. kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,62 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,99 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalam deflasi yaitu, kelompok informasi, komunikasi, dan
Baca Juga : Penimbunan Lahan Stadion Untia Mulai Tampak, Pemkot Makassar Kebut Pekerjaan Fisik
jasa keuangan sebesar 0,01 persen. Terjadinya penurunan indeks dari 100,36 pada Desember 2021 menjadi pada Desember 2022. (*)
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Pembukaan Bali Tech Week 2026, Buka Peluang Kolaborasi Digital
Baca Juga : WALHI Sulsel Desak Prabowo Hentikan Karhutla di Kalimantan, Kualitas Udara Memburuk
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Pembukaan Bali Tech Week 2026, Buka Peluang Kolaborasi Digital
Baca Juga : WALHI Sulsel Desak Prabowo Hentikan Karhutla di Kalimantan, Kualitas Udara Memburuk
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Pembukaan Bali Tech Week 2026, Buka Peluang Kolaborasi Digital
Baca Juga : WALHI Sulsel Desak Prabowo Hentikan Karhutla di Kalimantan, Kualitas Udara Memburuk
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Pembukaan Bali Tech Week 2026, Buka Peluang Kolaborasi Digital
Baca Juga : WALHI Sulsel Desak Prabowo Hentikan Karhutla di Kalimantan, Kualitas Udara Memburuk
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Pembukaan Bali Tech Week 2026, Buka Peluang Kolaborasi Digital
Baca Juga : WALHI Sulsel Desak Prabowo Hentikan Karhutla di Kalimantan, Kualitas Udara Memburuk
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Pembukaan Bali Tech Week 2026, Buka Peluang Kolaborasi Digital
Baca Juga : WALHI Sulsel Desak Prabowo Hentikan Karhutla di Kalimantan, Kualitas Udara Memburuk
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Pembukaan Bali Tech Week 2026, Buka Peluang Kolaborasi Digital
Baca Juga : WALHI Sulsel Desak Prabowo Hentikan Karhutla di Kalimantan, Kualitas Udara Memburuk
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Pembukaan Bali Tech Week 2026, Buka Peluang Kolaborasi Digital
Baca Juga : WALHI Sulsel Desak Prabowo Hentikan Karhutla di Kalimantan, Kualitas Udara Memburuk
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News