DPRD Pertanyakan Retribusi PAD PLTU Binjeita

0
675

Bolmut, Sulut – Pembangunan PLTU Binjeita yang saat ini sedang giat dilaksanakan, mulai dari pematangan lahan hingga persiapan fasilitas pendukung lainnya.

Tentunya material yang digunakan bersumber dari wilayah seperti tanah timbunan, kerikil dan Batu. Hal ini membuat wakil rakyat angkat bicara.

Wakil Ketua DPRD Bolmut, Saiful Ambarak, SPd.i saat bersua dengan Jejak fakta di ruang kerjanya mempertanyakan legalitas kegiatan tersebut.

“Saat ini di PLTU sedang melakukan pekerjaan pematangan Lahan baik untuk Lokasi PLTU maupun infrastruktur jalan. Nah, apakah kegiatan ini mempunyai izin Galian C secara resmi dan sudah berapa kontribusi yang masuk kas daerah? Intinya pendapatan asli daerah (PAD),” ucapnya, Senin (20/4/2020).

Menurutnya, walaupun sedang dalam pencegahan pandemi Covid-19, pemkab juga harus berinovasi untuk peningkatan PAD. “Pemkab harus tegas demi peningkatan PAD Kabupaten Bolmut. Apalagi tahun ini kita (DPRD dan Pemkab) berkomitmen untuk terus menggenjot PAD. Sesuai target Rp 21 miliar lebih,” tandas politisi Partai Golkar.

Menanggapi hal ini, Kepala BPKD Sirajudin Lasena, SE ME.Ec.Dev. saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa pihaknya (Pemkab) sudah menindaklanjuti.

“Sudah ada tim yang turun ke lokasi untuk monitoring, jika ada aktivitas yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan untuk dikenakan pajak, pasti kami akan keluarkan Surat Ketetapan Pajak Daerah,”jelasnya.

“Kita tunggu hasil investigasi di lapangan agar penerapan aturannya tidak salah. Intinya, sumber PAD Bolmut Tahun 2020 ini tetap akan kami monitoring walaupun di masa pandemi Covid-19 ini,” tambah Lasena.(syam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here