Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Penilaian desa sehat oleh Tim Kabupaten Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Luwu Timur terus bergulir. Memasuki hari kelima, Kamis (19/06/2025), kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Malili dengan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Lutim, dr. Adnan D. Kasim.
Dalam arahannya, dr. Adnan menegaskan bahwa penilaian desa sehat tidak mewajibkan seluruh desa memenuhi sembilan tatanan, karena terdapat indikator tertentu yang mungkin tidak relevan dengan kondisi desa setempat.

“Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dan dievaluasi dalam penilaian ini. Tapi tidak harus semuanya memenuhi sembilan tatanan, karena bisa jadi ada indikator yang memang belum atau tidak ada di desa tersebut,” jelasnya.
Baca Juga : Jembatan Amblas di Plant Site PT Vale, Akses Vital Warga Lumpuh dan Picu Antrian Panjang

Ia juga mendorong para koordinator tatanan untuk proaktif dalam mendampingi tim penilai dari kabupaten. Menurutnya, pendampingan yang maksimal akan memudahkan proses evaluasi dan memberikan ruang perbaikan bagi desa yang dinilai.
“Saya imbau para koordinator di setiap tatanan untuk bekerja maksimal mendampingi tim. Dengan begitu, kami bisa memberi masukan yang tepat kepada desa terkait hal-hal yang perlu dilengkapi,” tambahnya.
Lebih jauh, dr. Adnan mengingatkan pentingnya menjaga sinergi dan kolaborasi antar sektor dalam proses penilaian ini, apalagi menjelang kunjungan dari tim KKS Provinsi.
Baca Juga : Bapenda Lutim Terima Kunjungan Studi Tiru Pemkab Kolaka Terkait Pajak MBLB
“Sembilan tatanan ini menyangkut lintas sektor. Saya harap sinergi dan kolaborasi tetap terjaga agar tidak ada kekurangan saat tim KKS Provinsi melakukan penilaian,” tandasnya.
Adapun sembilan tatanan dalam penilaian desa sehat meliputi:
- Kehidupan masyarakat sehat mandiri
- Pemukiman dan fasilitas umum
- Pasar rakyat
- Satuan pendidikan
- Pariwisata
- Transportasi dan tertib lalu lintas jalan
- Perkantoran dan perindustrian
- Perlindungan sosial
- Pencegahan dan penanggulangan bencana
Pada kesempatan kali ini, desa Lanskap dan desa Pasi-pasi menjadi lokus penilaian.
Baca Juga : Bupati Luwu Timur Dorong Pengembangan Bandeng Lewat Pandu Juara
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Malili, Ketua TP PKK Kecamatan Malili beserta jajaran, Staf Ahli TP PKK Lutim, Kepala Desa Lanskap dan Pasi-pasi, Kepala Puskesmas Malili, serta para kader Posyandu.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




