Jejakfakta.com, MAKASSAR – Hari keempat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025 di Kota Makassar berlangsung lancar. Meski sempat terkendala gangguan teknis di hari pertama akibat server overload, proses pendaftaran pada hari kedua hingga keempat berjalan tanpa hambatan berarti.
Kepala Panitia SPMB Dinas Pendidikan Kota Makassar, Syarifuddin, mengungkapkan bahwa beberapa sekolah negeri, khususnya tingkat SMP, mengalami penumpukan pendaftar, sementara sebagian sekolah lain kekurangan calon siswa. Salah satunya adalah SMP Negeri 30, yang mencatat 600 pendaftar untuk kuota 356 siswa.

“Ini baru hari ketiga, pendaftar sudah melebihi kapasitas. Ini fenomena tahunan, terutama karena ini masih tahap jalur domisili,” jelas Syarifuddin, Kamis (3/7/2025).
Baca Juga : Pemkot Makassar Benahi Total SPMB 2026, Server Dipisah dan Aduan Dibuka Demi Cegah Kendala
Sebaliknya, beberapa sekolah lain seperti SMP Negeri 49 di Kopa justru belum memenuhi kuota. Dari 95 kursi yang tersedia, baru 15 siswa yang mendaftar. Ironisnya, pada jalur perbatasan, jumlah pendaftar sudah melebihi kuota yang tersedia, yakni 100 pendaftar untuk enam kursi.
Tidak Ada Penambahan Rombel
Dinas Pendidikan Makassar memastikan tidak akan menambah rombongan belajar (rombel) pada sekolah-sekolah favorit. Sebagai solusi, siswa yang tidak tertampung akan didistribusikan ke sekolah lain yang masih memiliki kuota.
Baca Juga : Disdik Makassar Perpanjang Simulasi SPMB 2026 hingga 21 Mei, Sekolah Diminta Segera Update Dapodik
“Kami tidak menambah rombel, tetapi mendistribusikan siswa ke sekolah yang kekurangan pendaftar. Prosesnya dilakukan dengan memanggil orang tua atau mengumumkan sekolah yang masih memiliki kursi kosong,” ujarnya.
Siswa yang terdampak tidak perlu mendaftar ulang secara daring, karena data mereka sudah tersimpan dalam sistem SPMB. Contohnya, siswa yang tidak diterima di SMP 13 akan diarahkan ke SMP 21 yang masih kekurangan tiga kelas.
Sekolah penyangga lainnya seperti SMP 23, SMP 52, dan SMP 53 juga disiapkan untuk menerima limpahan pendaftar.
Baca Juga : SPMB 2026 Makassar Diperketat, Pemkot Target Akhiri Penumpukan di Sekolah Favorit
Rencana 7 SMP Baru Lewat Regrouping
Sebagai upaya jangka panjang, Dinas Pendidikan akan membuka tujuh SMP Negeri baru pada tahun ajaran 2026. Sekolah baru ini akan dibentuk melalui skema regrouping, yakni penggabungan sekolah dasar yang kekurangan murid, tanpa membangun gedung baru.
“Fokusnya di kawasan padat penduduk yang masih minim akses ke SMP, seperti Cenderawasih dan sekitar Pertamina Senggola. Proses administrasi diselesaikan tahun ini agar tahun depan bisa mulai menerima siswa,” tutur Syarifuddin.
Baca Juga : Disdik Makassar Buka SPMB 2026, LONTARA+ Bantu Orang Tua Pantau Ranking Anak Secara Langsung
Langkah ini dinilai lebih efisien karena tidak membutuhkan biaya pembangunan fisik yang besar, dan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada.
Imbauan untuk Orang Tua
Syarifuddin mengimbau para orang tua untuk tidak hanya fokus pada sekolah favorit. Ia menegaskan mutu pendidikan di semua sekolah negeri tetap dijaga. Dinas Pendidikan memastikan semua siswa akan mendapat sekolah sesuai zonasi dan kuota hingga akhir masa pendaftaran pada 4 Juli 2025.
Baca Juga : Munafri Ultimatum Sekolah di Makassar: Perpisahan Berbayar Dilarang, Kepsek Membandel Terancam Dicopot
“Sampai hari terakhir, anak-anak akan tetap terakomodir. Jangan panik, distribusi akan dilakukan merata,” pungkasnya.
Saat ini, terdapat 55 SMP Negeri di Kota Makassar. Sesuai Permendikbud Ristek Nomor 3 Tahun 2025, pendaftaran PPDB dibuka melalui jalur domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi. Tidak ada jalur pendaftaran lain di luar mekanisme resmi yang ditetapkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




