Kasus TB (Tuberkulosis) di Provinsi Sulawesi Selatan, pada 2022 tercatat sebanyak 20.388 kasus. Data tersebut dirilis Dinas Kesehatan Sulsel.
Penanggung Jawab Program TB Dinkes Sulsel, Andi Julia Junus mengatakan, jumlah tersebut kemungkinan masih akan bertambah, karena Dinkes terus mencari pasien TB hingga Februari 2023.

Jumlah kasus TB di Sulsel itu didata dari 24 kabupaten/kota yang adat atau sekitar 65,79% dari target nasional.
Baca Juga : TP PKK Makassar Gandeng BNN dan Dinsos, Perkuat Peran Keluarga Cegah Narkoba di Kalangan Generasi Muda
Menurut Julia TB adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Untuk penanganan kasus penyakit TB, tidak sama dengan penyakit lainnya.
"Karena pada penyakit ini semakin banyak ditemukan kasus TB maka semakin menunjukkan kinerja suatu daerah dalam penanganan TB," sebut Julia.
Dia menambahkan, pemerintah pusat telah menghitung beban TB di setiap provinsi. Berdasarkan hasil survei , Sulsel ditargetkan memiliki beban TB sebanyak 30.985 kasus.
Baca Juga : Wabup Gowa Sisihkan Gaji Pribadi untuk Lawan Stunting, 200 Keluarga di Bajeng Terima Paket Gizi
"Target ini turun dari tahun 2021 yakni 31.022, sedangkan tahun 2022 ini Sulsel ditargetkan sebanyak 30.985 kasus," tambah Julia.
“Temuan kasus tahun 2022 juga lebih baik dari tahun 2021 yang hanya 49% dari target. Tahun 2022 kita berhasil menemukan 65,79% kasus. Semakin tinggi temuan maka semakin baik kinerjanya,” sambung
Temuan kasus TB yang masih rendah di tahun 2021, dapat dikaitkan dengan efek dari Covid-19.
Baca Juga : Festival Literasi Lutim 2026, Ribuan Anak Diajak Jatuh Cinta pada Buku Sejak Dini
Hal senada disampaikan Kasri Riswadi selaku Koordinator Program Yayasan Peduli Tuberkulosis Sulawesi Selatan atau Yamali TB Sulsel. Dia menyatakan bahwa kedatangan pandemi Covid-19 di awal tahun 2020 sangat berpengaruh dalam penanggulangan TB.
“Dari sisi suspek TB, masyarakat semakin ragu untuk memeriksakan diri ke layanan tersebut karena takut disebut Covid-19, yang berdampak pada temuan kasus TB yang menurun drastis di tahun 2020 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," jelas Kasri. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




