Sabtu, 07 Januari 2023 22:42

Tahun 2022 Sulsel Temukan Sebanyak 20.388 Kasus TB

Editor : Herlina
Ilustrasi Tuberkulosis (Dok. RS Panti Rapih)
Ilustrasi Tuberkulosis (Dok. RS Panti Rapih)

Temuan kasus TB tahun 2022 juga lebih baik dari tahun 2021 yang hanya 49?ri target.

Kasus TB (Tuberkulosis) di Provinsi Sulawesi Selatan, pada 2022 tercatat sebanyak 20.388 kasus. Data tersebut dirilis Dinas Kesehatan Sulsel.

Penanggung Jawab Program TB Dinkes Sulsel, Andi Julia Junus mengatakan, jumlah tersebut kemungkinan masih akan bertambah, karena Dinkes terus mencari pasien TB hingga Februari 2023.

Jumlah kasus TB di Sulsel itu didata dari 24 kabupaten/kota yang adat atau sekitar 65,79% dari target nasional.

Baca Juga : Solusi Krisis Air Bersih, Wali Kota Appi Kerahkan Mobil Tangki ke 175 Titik dan Siapkan 18 SPAM

Menurut Julia TB adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Untuk penanganan kasus penyakit TB, tidak sama dengan penyakit lainnya.

"Karena pada penyakit ini semakin banyak ditemukan kasus TB maka semakin menunjukkan kinerja suatu daerah dalam penanganan TB," sebut Julia.

Dia menambahkan, pemerintah pusat telah menghitung beban TB di setiap provinsi. Berdasarkan hasil survei , Sulsel ditargetkan memiliki beban TB sebanyak 30.985 kasus.

Baca Juga : Golkar Sulsel Pastikan Dukung Penuh Pemerintahan Sudirman-Fatma, Siap Jadi Mitra Kritis

"Target ini turun dari tahun 2021 yakni 31.022, sedangkan tahun 2022 ini Sulsel ditargetkan sebanyak 30.985 kasus," tambah Julia.

“Temuan kasus tahun 2022 juga lebih baik dari tahun 2021 yang hanya 49% dari target. Tahun 2022 kita berhasil menemukan 65,79% kasus. Semakin tinggi temuan maka semakin baik kinerjanya,” sambung

Temuan kasus TB yang masih rendah di tahun 2021, dapat dikaitkan dengan efek dari Covid-19.

Baca Juga : PDAM Makassar Siagakan 6 Pickup Antar Air Bersih ke Lorong yang Tak Terjangkau Mobil Tangki

Hal senada disampaikan Kasri Riswadi selaku Koordinator Program Yayasan Peduli Tuberkulosis Sulawesi Selatan atau Yamali TB Sulsel. Dia menyatakan bahwa kedatangan pandemi Covid-19 di awal tahun 2020 sangat berpengaruh dalam penanggulangan TB.

“Dari sisi suspek TB, masyarakat semakin ragu untuk memeriksakan diri ke layanan tersebut karena takut disebut Covid-19, yang berdampak pada temuan kasus TB yang menurun drastis di tahun 2020 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," jelas Kasri. (**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Tuberkulosis #TB #Dinas Kesehatan #Sulsel #Sulawesi Selatan
Youtube Jejakfakta.com