Jumat, 22 Agustus 2025 08:57

Munafri-Aliyah Tuang Eco-Enzym ke Waduk Tunggu Pampang, Jaga Ekosistem Air Tetap Sehat

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin,  Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, bersama sejumlah pejabat menuangkan eco-enzym ke waduk Tunggu Pampang sebagai upaya pelestarian lingkungan dan menjaga ekosistem perairan,  pada Jumat (22/8/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, bersama sejumlah pejabat menuangkan eco-enzym ke waduk Tunggu Pampang sebagai upaya pelestarian lingkungan dan menjaga ekosistem perairan, pada Jumat (22/8/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Pemkot Makassar akan mulai membangun biopori di berbagai titik sebagai alternatif mengurangi genangan air saat hujan deras.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar kembali mengaktifkan gerakan Jumat Bersih dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Kegiatan kali ini dipusatkan di Waduk Tunggu Pampang, Kecamatan Manggala, dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, pada Jumat (22/8/2025).

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Heriantono Waluyadi, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda, serta jajaran pemerintah kecamatan.

Sebagai bagian dari kegiatan, para pejabat menuangkan eco-enzym ke waduk sebagai upaya pelestarian lingkungan dan menjaga ekosistem perairan.

Baca Juga : Pemkot Makassar Perpanjang Kontrak 6.472 PPPK Paruh Waktu, Appi Tekankan Disiplin dan Kinerja

Dalam sambutannya, Wali Kota Munafri menekankan pentingnya kegiatan kebersihan rutin, terlebih menjelang musim penghujan. Ia menyebut kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan Pemkot Makassar bersama BBWS sebelumnya.

“Kecamatan Manggala dan Panakkukang merupakan wilayah rawan banjir. Ini tindak lanjut dari pembahasan kemarin, bahwa wilayah yang bisa dijangkau akan kita maksimalkan untuk pembersihan saluran,” jelas Munafri.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi turut aktif membersihkan lingkungan, mulai dari rumah masing-masing hingga saluran air.

Baca Juga : Makassar Siapkan Gedung Parkir Percontohan di Boulevard, Pengayoman hingga Karebosi

“Kita tahu banjir tidak bisa dihindari sepenuhnya, tapi dengan gotong royong, kita bisa menekan dampaknya. Jangan tunggu, segera bersihkan saluran agar air mengalir lancar,” tegasnya.

Munafri juga mengingatkan agar kegiatan Jumat Bersih tidak berhenti pada seremoni semata. Ia meminta aparat kecamatan, Satgas Kebersihan, dan Dinas Pekerjaan Umum untuk memantau dan membersihkan saluran setiap hari.

Ia menambahkan bahwa Pemkot Makassar akan mulai membangun biopori di berbagai titik sebagai alternatif mengurangi genangan air saat hujan deras.

Baca Juga : Pemkot Makassar Gandeng UI dan Unhas, Siapkan ASN Hadapi Tantangan Kota Global

“Kesiapsiagaan itu perlu kerja nyata. Minggu depan, program pembuatan biopori sudah mulai jalan di berbagai tempat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menyampaikan pentingnya gerakan kebersihan sebagai bentuk kepedulian bersama.

“Kebersihan bukan semata tugas pemerintah, tapi bentuk kebersamaan dan rasa memiliki terhadap kota ini. Jumat Bersih adalah momentum memperkuat silaturahmi dan cinta lingkungan,” ucapnya.

Baca Juga : Retribusi PBG Makassar Tembus Rp21,38 Miliar, Baru 37 Persen Bangunan Terdata Berizin

Aliyah mengajak warga untuk terus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya lingkungan bersih dan sehat sebagai warisan untuk generasi mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#jumat bersih #Munafri Arifuddin #Aliyah Mustika Ilham #Waduk Tunggu Pampang #BBWS Pompengan Jeneberang #Kecamatan Manggala #Banjir #eco-enzym #biopori #Musim Hujan
Youtube Jejakfakta.com