Jejakfakta.com, Makassar - Co General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Amiruddin menampik tudingan Wali Kota Makassar, Moh Ramadhan Pomanto terkait bandara banjir karena proyek Jalur Kereta Api Trans Sulawesi yang menggunakan model At Grade.
Amiruddin mengatakan, hujan lebat yang terjadi beberapa waktu lalu tidak membuat bandara banjir. Kejadian itu hanya genangan air diakibatkan curah hujan tinggi. Apalagi dikaitkan dengan proyek Jalur Kereta Api Trans Sulawesi yang dikatakan menjadi sebab bandara banjir.

"Dapat saya sampaikan bahwa kejadian di jalan masuk arah bandara mengalami genangan air diakibatkan oleh curah hujan yang sangat tinggi," ujar Amiruddin saat dihubungi reporter Jejakfakta.com, Senin (16/1/2023).
Baca Juga : Dukung Pembangunan Rel Kereta Api Maros-Makassar, Munafri: Perlu Kajian Matang, Mari Duduk Bersama
"Pembangunan rel kereta api tentunya sudah mempunyai sertifikasi Amdal," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto terus konsisten untuk menolak pembangunan rel Kereta Api (KA) model At Grade (menyentuh tanah) di Kota Makassar.
Alasan penolakannya merupakan usaha Danny Pomanto dalam membebaskan masyarakat Kota Makassar dari bencana banjir. Menurutnya, pembangunan rel KA model tersebut akan menimbulkan banjir yang sulit untuk ditangani.
Baca Juga : Ingin Terapkan MUT, Danny Pomanto: Kabel Semrawut Menyebabkan Banyak Masalah
Danny Pomanto sendiri pernah menyarankan agar pembangunan rel kereta api yang rencananya akan dibangun di Makassar menggunakan model elevated (layang). Namun karena alasan biaya yang mahal, ide tersebut pun tidak disetujui.
“Belum pi masuk Makassar sudah banjir mi jalan tol sama bandara. Coba cek kenapa baru kali ini bandara dan jalan tol banjir, saya tidak mau duga apa-apa, coba cek kenapa. Karena setelah ada itu barang. Apalagi kalau masuk mi di Makassar, liat mi,” beber Danny, dikutip di laman diskominfo makassar, Rabu (11/1/2023).
Danny Pomanto mengungkapkan, bahwa dari awal perencanaan proyek sesuai dengan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) memakai konsep Elevated.
Baca Juga : Malam Terakhir DPRD Kota Makassar 2019-2024 Sahkan 4 Ranperda Jadi Perda, Ada Perda RTRW 2024-2043
“Dulu itu Amdalnya elevated. Makanya saya minta, mana Amdalnya, tidak pernah dikasih lihat. Dulu di (hotel) Claro itu Amdalnya masuk elevated di Makassar,” jelasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




