Senin, 13 Oktober 2025 12:51

Wali Kota Makassar Tinjau Pasar Murah di Tamalate, Pastikan Akses Pangan Terjangkau untuk Warga

Editor : Redaksi
Penulis : Sherine Grace
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Tamalate, Senin (13/10/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Tamalate, Senin (13/10/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Bulog menyiapkan satu ton beras dan 240 liter minyak goreng.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Tamalate, Senin (13/10/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-356 Sulawesi Selatan.

GPM Serentak dilaksanakan secara serempak di seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Di Makassar sendiri, pasar murah digelar di lima titik kecamatan, yakni Tamalate, Panakkukang, Tallo, Wajo, dan Ujung Pandang.

Munafri mengatakan, GPM merupakan langkah strategis untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat. Ia mengapresiasi kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Ketapang Kota Makassar dalam menghadirkan pasar murah bagi warga.

Baca Juga : Makassar Pecah Dominasi Jawa! Kota Makassar Jadi Satu-satunya dari Luar Jawa Raih Penghargaan Nasional Hari Otda 2026

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi mensukseskan kegiatan ini. Semoga ini bisa membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya keberlanjutan program GPM agar tidak hanya bersifat seremonial. Ia mendorong agar pasar murah digelar secara rutin, minimal seminggu sekali, dengan sistem bergilir antar kecamatan.

“Kalau ini dilakukan rutin, kita bisa menjangkau masyarakat lebih luas. Misalnya tujuh kecamatan di minggu pertama, delapan kecamatan di minggu berikutnya,” jelasnya.

Baca Juga : Pesan Damai Munafri di Paskah KPI, Makassar Maju Jika Bersatu Tanpa Sekat Perbedaan

Selain soal distribusi pangan, Munafri juga menyoroti pentingnya modernisasi sistem pembayaran. Ia mendukung penggunaan QRIS untuk mempermudah dan mencatat transaksi secara transparan.

“Transaksi non-tunai ini bukan hanya efisien, tapi juga mendidik masyarakat agar lebih melek teknologi,” katanya.

Ia juga meminta camat dan lurah untuk aktif memastikan pelaksanaan GPM benar-benar menjangkau masyarakat dan tidak hanya sebatas formalitas.

Baca Juga : Ketua KORMI Makassar Tancap Gas: Siapkan Event Massal di 15 Kecamatan, Bidik Prestasi FORNAS 2027

“Kehadiran warga harus dipastikan. Jangan sampai karena tempatnya di kantor kecamatan, warga enggan datang. Ini pusat pelayanan, harus terbuka dan nyaman,” pesannya.

Kepala Dinas Ketapang Kota Makassar, Nirman Nisman Mungkasa, menyampaikan bahwa GPM ini melibatkan berbagai distributor dan pelaku usaha lokal. Bulog menyiapkan satu ton beras dan 240 liter minyak goreng. PT Prima Food menyediakan produk ayam dan olahan, sedangkan pelaku UMKM dan pedagang sayur menghadirkan aneka produk lokal.

“Dengan melibatkan banyak pihak, kita ingin memastikan stok cukup dan harga tetap terjangkau,” pungkas Nirman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Pasar Murah #Munafri Arifuddin #gerakan pangan murah #GPM 2025 #HUT Sulsel 356 #harga pangan murah #QRIS Makassar #Bulog #UMKM Makassar
Youtube Jejakfakta.com