Jejakfakta.com - MAKASSAR - Di balik kemunculan logo Hari Jadi ke-66 Kabupaten Bulukumba yang sarat filosofi, terdapat sosok senyap yang kembali mendapat kepercayaan merancang identitas visual tahunan tersebut. Ia adalah Akhri Jetendra Djachrir, atau akrab disapa Tend, seorang aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Bulukumba sekaligus pendiri komunitas kreatif Streotipe Indonesia.
Tend telah tiga tahun berturut-turut menjadi desainer di balik visual peringatan HUT Bulukumba (ke-63, 64, dan 65). Tahun ini, kepercayaan itu kembali diembannya dengan merancang logo HUT ke-66 bertema “Pembangunan Berkarakter dan Berkelanjutan”.

Di ruang kerjanya yang sederhana, Tend mengungkapkan bahwa proses kreatifnya selalu dimulai dari riset mendalam. Baginya, logo bukan sekadar simbol grafis, melainkan harus memiliki roh, makna, dan kedekatan emosional dengan masyarakat. "Bulukumba punya identitas budaya yang kuat. Itu yang saya jadikan pijakan setiap kali mulai merancang," ujarnya.
Baca Juga : Intimidasi Digital Hantui Jurnalis di Bulukumba, KAJ Tegaskan Negara Wajib Hadir Lindungi Pers
Pendekatan itulah yang membuat logo HUT ke-66 terasa dekat dengan filosofi Kain Kajang – simbol kesederhanaan, kejujuran, keteguhan prinsip, dan keselarasan hidup dengan alam. Warna hitam yang mendominasi logo tahun ini, menurut Tend, bukan hanya pilihan estetik, tetapi juga representasi nilai moral masyarakat adat Ammatoa Kajang.
Di luar tugasnya sebagai ASN, Tend dikenal sebagai pendiri Streotipe Indonesia, sebuah komunitas dan perusahaan kreatif yang aktif memproduksi karya visual dan produk bernuansa lokal. Salah satu produk andalannya adalah kaos “We Love Bira”, yang telah menjadi oleh-oleh favorit wisatawan di Kawasan Wisata Tanjung Bira dan mudah ditemukan di lapak UMKM setempat.
"Produk ini bukan sekadar baju, tetapi cara memperkenalkan identitas Bira dan Bulukumba kepada wisatawan," kata Tend.
Baca Juga : Andi Dandi Panjawi, Putra Bulukumba Lolos ke Babak Spektakuler Show Indonesian Idol Season 14
Ia mengakui bahwa proses pengerjaan logo HUT ke-63 Bulukumba menjadi titik awal perjalanan panjangnya. Tantangan kian meningkat seiring berkembangnya harapan masyarakat dan pemerintah, namun hal itu justru memberinya energi. "Setiap logo adalah cerita dan tanggung jawab," ungkapnya.
Kini, dengan diresmikannya logo HUT ke-66, jejak kreativitas Tend kembali menjadi bagian dari sejarah Bulukumba. Konsistensinya dalam merancang identitas visual daerah menjadikannya salah satu sosok yang turut memperkuat citra dan kebanggaan lokal melalui karya.
Seperti pembangunan Bulukumba yang berkelanjutan, perjalanan kreatif Tend tampaknya juga masih akan terus berlanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




