Selasa, 28 April 2026 18:09

Buka Kegiatan Parenting PAUD, Melinda Aksa Dorong Pendidikan Anak Tanpa Diskriminasi

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, saat membuka kegiatan pendampingan penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas hidup anak dengan tema Parenting pada Satuan PAUD Makassar Inklusif, yang berlangsung di Hotel Vasaka Makassar, Selasa (28/04/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, saat membuka kegiatan pendampingan penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas hidup anak dengan tema Parenting pada Satuan PAUD Makassar Inklusif, yang berlangsung di Hotel Vasaka Makassar, Selasa (28/04/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Melinda Aksa membuka kegiatan parenting PAUD inklusif di Makassar. Tekankan pendidikan anak tanpa diskriminasi dan pentingnya kolaborasi orang tua serta guru.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan pentingnya penguatan peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam meningkatkan kualitas hidup anak sejak usia dini.

Hal itu diungkapkan saat membuka kegiatan pendampingan penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas hidup anak dengan tema Parenting pada Satuan PAUD Makassar Inklusif, yang berlangsung di Hotel Vasaka Makassar, Selasa (28/04/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar (DP3A) berkolaborasi dengan Pokja Bunda PAUD Kota Makassar. Acara tersebut dihadiri kepala sekolah serta para pendidik PAUD se-Kota Makassar.

Baca Juga : Silaturahmi di Malino Jadi Energi Baru, Pokja Bunda PAUD Makassar Perkuat Sinergi Wujudkan PAUD Berkualitas

Dalam sambutannya, Melinda Aksa menekankan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan yang berkualitas.

“Pada fase ini, perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat sehingga membutuhkan stimulasi yang tepat serta lingkungan yang mendukung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peran orang tua, pendidik, dan lingkungan sekitar menjadi sangat penting dalam memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Baca Juga : Munafri Jemput Bola ke Pulau Terluar, Bawa Bantuan dan Pastikan Layanan Warga Sangkarrang Terpenuhi

“PAUD inklusif bukan sekadar menerima keberagaman anak, tetapi memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang tanpa diskriminasi,” ujarnya.

Komitmen terhadap masa depan anak, lanjutnya, juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Makassar, yakni “Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan”.

“Misi pemerintah kota dalam meningkatkan akses pelayanan dan perlindungan bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas juga menjadi landasan kuat dalam pengembangan PAUD inklusif di Kota Makassar,” katanya.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Perkuat Pendidikan Karakter, Siapkan Pembiayaan Siswa Tak Tertampung di Sekolah Negeri

Melinda juga menekankan bahwa PAUD tidak dapat berdiri sendiri. Dibutuhkan sinergi antara orang tua dan guru, antara sekolah dan masyarakat, serta antara pemerintah kota dan lembaga layanan anak.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para orang tua dan pendidik dapat semakin memahami pentingnya pola pengasuhan atau parenting yang positif, penuh kasih sayang, serta responsif terhadap kebutuhan anak,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru PAUD dan tenaga kependidikan yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendidik anak-anak dengan penuh kesabaran dan cinta.

Baca Juga : CHIGANJING Diluncurkan, Makassar Ubah Paradigma Sampah dari Dibuang Menjadi Dikelola

Sementara itu, Kepala DP3A Kota Makassar, Ita Anwar, menyampaikan bahwa penyusunan konsep parenting pada satuan PAUD inklusif sangat penting agar orang tua dan pendidik memiliki pemahaman yang tepat dalam mendampingi anak tanpa diskriminasi.

“Pemerintah Kota Makassar melalui DP3A terus berupaya menghadirkan program yang mendukung peningkatan kualitas hidup anak, termasuk melalui kegiatan pendampingan dan pengembangan lembaga layanan anak,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ita Anwar juga menyerahkan setangkai bunga mawar kepada Bunda PAUD Kota Makassar dan para peserta sebagai simbol semangat perjuangan perempuan, terinspirasi dari sosok R.A. Kartini.

Baca Juga : Di Tengah Banjir Informasi Digital, Melinda Aksa Minta Kader PKK Jadi Pelopor Literasi Internet

Kegiatan ini turut menghadirkan para narasumber dari kalangan psikolog, di antaranya Eva Meizara Puspita Dewi yang membawakan materi tentang membangun ekosistem parenting inklusif di PAUD, serta Zaenab Pontoh yang membahas strategi praktis penanganan anak berkebutuhan khusus melalui kolaborasi guru dan orang tua.

Melalui pemaparan kedua narasumber tersebut, peserta mendapatkan berbagai contoh kasus serta penanganan praktis yang dapat diterapkan langsung di kelas inklusif, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kota Makassar. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#melinda aksa #Bunda PAUD Makassar #PAUD inklusif Makassar #parenting PAUD #pendidikan anak #DP3A Makassar #sekolah inklusif #Anak Berkebutuhan Khusus
Youtube Jejakfakta.com