Jejakfakta.com, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa terus memperkuat langkah percepatan penurunan stunting melalui Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin saat membuka Rapat Pengendalian Lapangan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Aula Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, Kamis (21/5).

Dalam arahannya, Darmawangsyah menekankan bahwa persoalan stunting bukan sekadar isu kesehatan, melainkan menyangkut kualitas generasi masa depan dan daya saing daerah.
Baca Juga : Pemkab Gowa dan Pemkot Palu Pererat Silaturahmi Lewat Laga Persahabatan di Stadion Kalegowa
“Kalau hari ini ada anak yang tumbuh tanpa gizi yang cukup, maka beberapa tahun ke depan kita bisa kehilangan kualitas sumber daya manusia yang seharusnya menjadi kekuatan Kabupaten Gowa,” ujarnya.
Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gowa, ia meminta seluruh pihak memastikan penanganan stunting berjalan konkret hingga menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Menurutnya, pelaksanaan Program MBG harus mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, khususnya Pasal 47 yang mengatur penyaluran dilakukan melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Baca Juga : Wabup Gowa Apresiasi Gerakan Langit Biru Demokrat, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Gowa Annangkasi
Ia menjelaskan, Kabupaten Gowa memiliki kekuatan kolaboratif melalui keberadaan TPK yang terdiri dari kader KB, kader PKK, dan bidan yang aktif mendampingi masyarakat hingga tingkat dusun dan lingkungan.
“TPK bukan hanya pelaksana administratif, tetapi pendamping keluarga yang memahami kondisi riil masyarakat,” jelasnya.
Wabup Gowa juga meminta penyuluh KB, kepala UPT, operator program, serta unsur teknis lainnya memastikan pelaksanaan MBG 3B berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan memberi dampak nyata terhadap peningkatan status gizi masyarakat.
Menurutnya, indikator keberhasilan program bukan hanya pada jumlah bantuan yang tersalurkan, tetapi perubahan kondisi kesehatan ibu dan anak penerima manfaat.
“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya angka distribusi, tetapi bagaimana ibu hamil memperoleh asupan gizi yang cukup, ibu menyusui memiliki ketahanan gizi yang baik, dan balita mendapatkan pemenuhan nutrisi optimal agar terhindar dari risiko stunting,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PPKB Kabupaten Gowa, Sofyan Daud mengatakan rapat Bangga Kencana rutin dilaksanakan setiap bulan sebagai forum evaluasi dan penyusunan langkah strategis program percepatan penurunan stunting.
Baca Juga : Pemkab Gowa Dukung DPD Wahdah Islamiyah Ikuti Muktamar V di Jakarta
Menurut Sofyan, evaluasi rutin penting dilakukan agar seluruh program berjalan efektif meski masih menghadapi keterbatasan anggaran.
Ia juga menyampaikan bahwa sekolah lansia di Kecamatan Pattallassang turut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Angka stunting kita sudah mulai berada pada posisi 17 persen,” ungkapnya.
Baca Juga : Polres Gowa Resmi Naik Status Jadi Polresta, Wabup: Kebanggaan Seluruh Masyarakat
Melalui Program MBG 3B, Pemkab Gowa berharap mampu memperkuat upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di Kabupaten Gowa. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




